jump to navigation

Takakura, Keranjang Pengolah Sampah November 25, 2009

Posted by aditkus in Save our Environment.
Tags: , ,
trackback

takakuraSeperti yang kita ketahui sampah merupakan masalah di kota-kota besar di Indonesia, ambil contoh Jakarta dan Bandung yang sudah mengalami kesulitan dalam mencari tempat pembuangan sampah akhir. Secara umum sampah dibagi dua yaitu sampah organik dan nonorganik, sampah organik menyumbang 60%-70% dari keseluruhan sampah yang ada di Indonesia dan untuk sampah pelastik hanya berkisar sebesar antara 8,6%-14,7%. Kalau boleh dikatakan masalah sampah di Indonesia di dominasi oleh sampah organik yang dapat di daur ulang oleh alam namun kita dapat mempercepat proses tersebut dengan beberapa cara salah satunya dengan menggunakan keranjang sampah takakura.

Takakura merupakan nama penemu keranjang “ajaib” ini, Pak Koji Takakura adalah seorang peneliti dari Jepang yang melakukan penelitian di Surabaya bersama PUSDAKOTA, Universitas Surabaya dan Kitakyushu Technocooperation Association. Keranjang sampah ini mampu menyerap samapah organik suatu keluarga (4-6 orang) sampai dengan satu bulan dan merubahnya menjadi pupuk kompos, selain itu keranjang ini dapat digunakan berulang-ulang hingga hitungan tahunan untuk menyerap sampah organik di rumah kita. Keranjang ini pada dasarnya memang diperuntukkan untuk sampah rumah tangga yang pada umumnya merupakan sampah organik. Keranjang ini dapat ditempatkan didalam rumah karena tidak berbau sehingga sekilas seperti keranjang biasa dan cara membuatnya relatif gampang. Berikutnya akan dijelaskan cara pembuatanya yang diambil dari http://clearwaste.blogspot.com/2007/07/komposter-keranjang-takakura.html

Pertama, cari keranjang berukuran 50 liter berlubang-lubang kecil (supaya bangsanya tikus tidak bisa masuk). Jangan lupa kalau membeli keranjang plastik ini berikut tutupnya.

Kedua, cari doos bekas wadah air minum kemasan, atau bekas wadah super mi, asal bisa masuk ke dalam keranjang. Doos ini untuk wadah langsung dari bahan-bahan yang akan dikomposkan.

Ketiga, isikan ke dalam doos ini kompos yang sudah jadi. Kalau sebelumnya anda tidak membuat kompos sendiri, anda minta saja ke teman anda yang punya persediaan kompos yang siap pakai. Tebarkan kompos ke dalam doos selapis saja setebal kurang lebih 5 cm. Lapisan kompos yang sudah jadi ini berfungsi sebagai starter proses pengomposan, karena di dalam kompos yang sudah jadi tersebut mengandung banyak sekali mikroba-mikroba pengurai. Setelah itu masukkan doos tersebut ke dalam keranjang plastik.

Keempat, bahan-bahan yang hendak dikomposkan sudah bisa dimasukkan ke dalam keranjang. Bahan-bahan yang sebaiknya dikomposkan antara lain: Sisa makanan dari meja makan: nasi, sayur, kulit buah-buahan. Sisa sayuran mentah dapur: akar sayuran, batang sayuran yang tidak terpakai. Sebelum dimasukkan ke dalam keranjang, harus dipotong-potong kecil-kecil sampai ukuran 2 cm x 2 cm.

Kelima, setiap hari bahkan setiap habis makan, lakukanlah proses memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan seperti tahap sebelumnya. Demikian seterusnya. Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bilamana perlu tambahkan lagi selapis kompos yang sudah jadi.

Anehnya, doos dalam keranjang ini lama tidak penuhnya, sebab bahan-bahan dalam doos tadi mengempis. Terkadang kompos ini beraroma jeruk, bila kita banyak memasukkan kulit jeruk. Bila kompos sudah berwarna coklat kehitaman dan suhu sama dengan suhu kamar, maka kompos sudah dapat dimanfaatkan.

Catatan: khusus untuk komposter Keranjang Takakura ini, upayakan agar bekas sayuran bersantan, daging dan bahan lain yang mengandung protein tidak dimasukkan ke dalam doos. Mengingat starter-nya telah menggunakan kompos yang sudah jadi, maka MOL (mikroba loka) tidak digunakan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: