jump to navigation

The Year of Living Dangerously: Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965 November 25, 2009

Posted by aditkus in Books.
Tags: ,
trackback

Tahun 1965 sebuah masa yang dikenal sebagai “Vivere Pericoloso-Hidup Penuh Bahaya”, yang membelokkan arah hidup bangsa Indonesia. Pada tahun ini pulalah Bangsa Indonesia menuju sebuah babak baru dari sebuah orde yaitu orde baru dimana gonjang-ganjing negara pada puncaknya yang menyebabkan hampir setengah juta jiwa melayang akibat dari pemberangusan PKI. Pemerintah Soekarno membawa Indonesia ke tengah ketidakpastian dimana harga-harga meroket dan inflasi mencapai 600%. Dalam Kondisi ekonomi Indonesia yang lemah, Presiden menghabiskan uang untuk membangun monumen-monumen megah, seraya meyulut api kebencian terhadap Barat dan mengobarkan semangat konfrontasi dengan negara tetangga: Ganyang Malaysia! namun melupakan kesejahteraan rakyatnya. Buku ini menggambarkan cukup detail dengan jelas keadaan masyarakat Indonesia khususnya di ibukota Jakarta yang kala itu masih kumuh (hingga sekarang juga) dan kemiskinan dimana-mana seperti yang dilukiskan pada film G30 S/PKI

Sementara itu, di Jakarta yang penuh gejolak, tempat intrik politik bergolak dan bahaya senantiasa terendus-seperti bau rokok kretek-terjebak Guy Hamilton, seorang wartawan barat, Billy Kwan, juru kamera bertubuh kate keturunan Cina-Australia, dan Jill Bryant, perempuan Inggris yang sama-sama mereka cintai. Hamilton selama berada di Indonesia mencoba meliput berbagai aktivitas politik dan tentu saja Bung Karno yang menjadi buah bibir Internasional  saat itu karena mengambil langkah-langkah kontroversial. Meliput berita di Indonesia kalo itu sangatlag bahaya terlebih lagi bagi seorang kulit putih karena saat itu ada sentimen anti Barat yang kuat sehingga kapan saja nyawa Hamilton dapat melayang. Di tengah penugasannya di Indonesia dia bertemu Jill, seorang pegawai di kedubes Inggris di Jakarta yang juga dicintai oleh Billy sang kameramen Hamilton. Cinta mereka berujung pada perselisihan pada mereka bertiga di bumbui dengan cerita interaksi dengan masyarakat miskin Jakarta kala itu.

Sebuah drama penuh liku dengan latar belakang revolusi, cinta segitiga, kesetiaan, dan pengkhianatan. Selain itu, novel ini membeberkan berbagai peristiwa politik sepanjang tahun penuh pergolakan sampai hari-hari terakhir kekuasaan Presiden Soekarno yang digulingkan kudeta militer Jendral Soeharto menusul Gerakan 30 September. Di novel ini pula di beberkan sejarah yang tidak pernah ditemui di buku-buku sejarah  Indonesia, seorang Bung Karno dimata Cina-Australia yang begitu memujanya hingga menghujatnya di akhir hidupnya, dan beberapa peristiwa yang kebanyakan dari kita yang tidak mengetahuinya.

Buku ini pernah diangkat ke layar Perak pada tahun 1982 namun sama seperti bukunya, dilarang beredar oleh orde baru.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: