jump to navigation

Biodiesel Dari Minyak Jelantah November 28, 2009

Posted by aditkus in Save our Environment.
Tags:
trackback

Buat ibu-ibu rumah tangga apabila punya minyak jelantah jangan langsung dibuang karena minyak tersebut masih dapat dioleh kembali menjadi bahan bakar biodiesel. Kok bisa? Dengan teknologi sederhana yang dikembangkan oleh Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRSDT) minyak jelantah tersebut minyak tersebut dapat memiliki manfaat ekonomis yang lebih sekalipun sudah bercampur dengan tanah dan air hal tersebut bukan masalah.
Pada umunya minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga langsung dibuang atau bahkan dikonsumsi lagi (huekk…..). Apabila dibuang minyak jelantah ini dapat mencemari lingkungan sekitar karena dapat menyebabkan kematian terhadap ikan dan habitat air lainnya sedangkan apabila dikonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan kanker dan stroke.
Di Mexico ada beberapa orang yang melakukan experimen dengan mengendarai bus berbahan bakar minyak jelantah, mereka mengambil rute dari Mexico ke Amerika Serikat. Minyak jelantah mereka dapatkan dari restoran siap saji yang mereka temui sepanjang perjalanan mereka. Untuk membuktikan kalau minyak jelantah ini tidak mencemari lingkungan mereka juga melakukan atraksi menghirup gas buangan knalpot dari bus tersebut (kenapa ga make alat aja).
Cara pengolahannya (dikutip dari BRSTD)
Sebelum diolah, jelantah dimasukkan dulu ke dalam filter atau tempat penyaringan. Ada dua filter yang digunakan. Satu berupa filter biasa, satu lagi filter press yang mampu menyaring kotoran berukuran kecil sekali.
Setelah melewati proses penyaringan, minyak lantas dipompa menuju tangki penyimpanan. Baru setelah mengendap beberapa saat, minyak dialirkan menuju reaktor untuk direaksikan dengan metanol dan katalis (NaOH). Waktu pencampuran kurang lebih 30 menit.
Sebelum menjadi biodiesel, bahan dari minyak goreng bekas dicuci dengan air panas bersuhu minimal 70 derajat celcius sebanyak dua kali. Hal itu untuk melarutkan sisa metanol yang tidak bereaksi dalam proses pencampuran. Setelah itu, biodiesel dikeringkan dalam vacum selama setengah jam, sebelum dapat digunakan.
Selesai pengeringan, baru dapat dihasilkan produk biodesel. Dengan komposisi 90 persen biodiesel, 10 persen sisanya berupa gliserol. Dimana gliserol diolah lagi oleh BRDST menjadi sabun cair.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: