jump to navigation

Zero Emission House Desember 1, 2009

Posted by aditkus in Save our Environment.
Tags: ,
trackback

Bukan hanya lampu merk Philip saja yang bisa berslogan hemat energi rumah pun juga bisa. Itulah sebuah prototype rumah yang sedang dikembangkan oleh The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dari jepang yang baru saja diluncurkan di KTT G-8 di Hokaido. Dengan mengambil konsep rumah ramah lingkungan rumah yang Zero Emission House ini juga hemat energi, kenapa? Karena semua kebutuhan energi untuk membangkitkan energi listrik di rumah ini dihasilkan sendiri.(dikutip dari kompas)Energi yang dihasilkan berasal dari panel-panel surya yang diletakkan di atap rumah lalu energi listrik tersebut disimpan di baterai lithium dengan kapasitas 6000 watt. Selain dari panel surya energi listrik juga dihasilkan dari kincir angin menyesuaikan dengan Jepang yang kalau musim dingin matahari tidak mencukupi untuk mengasilkan listrik dari panel surya.

Energi yang disimpan dan diolah menjadi listrik itu akhirnya mampu memanaskan air dan menghidupkan alat penerangan berteknologi OLED yang cahayanya mirip dengan cahaya alam. Jika cahaya bohlam hanya sekitar 10 persen dari cahaya alam. Teknologi OLED mencapai 70 persen. Selain itu, rumah ramah lingkungan nol emisi ini mengupayakan pula sistem pencahayaan mirror duct.

Cahaya dari luar dimanfaatkan untuk penerangan ruangan pada siang hari. Tak hanya teknologi elektriknya, dari segi fisik, rumah ini dibangun dari semen daur ulang yang disebut Eco-cement. Mutu semen sisa pembakaran limbah sampah kota ini dinilai hampir sama dengan semen biasa.

Material perabot rumahnya pun berasal dari bahan kayu sisa pembongkaran bangunan dan hasil penjarangan yang diolah dan direkatkan dengan lem ramah lingkungan dari tannin (di kulit kayu dan daun). Dindingnya pun dilengkapi dengan papan insulasi panas hibrida yang membuat panas terik matahari tidak berpengaruh terhadap suhu di dalam rumah. Teknologi ini membuat rumah tetap adem dan nyaman.

Di beberapa negara maju seperti Inggris rumah-rumah penduduk sudah diwajibkan untuk menghemat energi dan sering dilakukan pemeriksaan oleh petugas-petugas dari pemerintah. Tiap rumah memiliki lisensi tersendiri dan mempunyai tingkatannya tergantung seberapa hemat energi rumah tersebut. Untuk pengembang properti khususnya rumah selalu ada petugas yang memeriksa keadaan rumah mulai dari lebar jendela, luas rumah, cerobong asap dan lain-lain yang menilai rumah tersebut apakah  hemat energi atau belum. Apabila belum layak pengembang properti tersebut akan dikenakan sanksi dan ini sering menjadikan pengembang properti “puyeng” karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi.


Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: