jump to navigation

Cedera Apa Saja Yang Bisa terjadi Saat Latihan Aikido Desember 3, 2009

Posted by aditkus in Aikido.
Tags: ,
trackback

Hampir semua beladiri memiliki cedera tidak terkecuali beladiri aikido. Aikido merupakan beladiri yang unik, hampir semua tehniknya fokus pada kuncian, lemparan, dan bantingan sehingga cederanya pun juga agak beda dengan beladiri lain semisal karate atau pencak silat yang lebih banyak mengandalkan tendangan dan pukulan karena di Aikido tidak mengenal tehnik pukulan kecuali atemi(pukulan ke arah wajah atau badan) yang fungsi utama untuk pengalihan (diversion). Berikut beberapa  cedera yang biasa terjadi saat latihan:

1. Keseleo

    Keseleo lebih karena kurangnya pemanasan saja (lumrah)

    2. Nyeri di pergelangan tangan

      Sakit di pergelangan tangan bisa jadi karena pada saat masuk tehnik kuncian nage terlalu bersemangat untuk mengunci sehingga lupa bila uke sudah kesakitan atau si uke belum siap menerima kuncian  sehingga tidak rileks. Usahakan mengikuti aliran tehnik nage untuk menghindari cedera.

      3. Nyeri di bahu dan sekitarnya

        Nyeri dibahu pada umumnya karena kesalahan saat mendarat sewaktu ukemi, ini bisa terjadi karena miss komunikasi antara nage dan uke, uke belum siap dengan penyelesaian tehnik nage, atau memang tehnik tersebut sulit untuk melakukan ukemi misal tehnik jugigarami.

        4. Luka karena kuku

          Para aikidoka diharapkan selalu menggunting kukunya hal ini dikarenakan di Aikido banyak terdapat tehnik grabbing (mencengkram) baik itu tangan dan di leher. Kuku disini bisa kuku tangan dan kaki, apabila kuku kaki panjang dikhawatirkan akan merusak matras sedang akan kuu tangan yang panjang bagi uke tentu saja akan membawa luka dan bagi nage ada kemungkinan akan lepas karena sangkut saat masuk tehnik.

          5. Nyeri di punggung

            Nyeri punggung baik bisa terjadi karena uke kesulitan untuk mendarat saat diharuskan melakukan nange

            6. Kepala membentur matras.

              Kepala membentur matras bisa terjadi saat ukemi maupun nange uke lupa untuk memiringkan kepala kesamping atau mendekatkan kepala ke dada. Pada saat penyelesaian suatu tehnik yang mengharuskan uke jatuh ke matra diusahakan kepala selalu diangkat agar tidak menyentuh matras.

              7. Wajah terkena atemi

                Seorang uke terkadang selalu lupa untuk melindungi wajahnya saat nage melakukan atemi, hal ini penting saat melakukan waza (tehnik yang dilakukan  secara mengalir dan cepat). Oleh karena itu sejak latihan dasar harus dibiasakan untuk melindungi wajah walaupun atemi tidakk diarah ke wajah.

                Penjelasan  diatas merupakan gambaran secara umum, untuk menghindari cedera coba tanyakan ke sensei masing-masing karena pada umumnya sensei punya style sendiri sehingga dibutuh antisipasi yang berbeda pula.

                Komentar»

                No comments yet — be the first.

                Tinggalkan Balasan

                Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                Logo WordPress.com

                You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                Gambar Twitter

                You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                Foto Facebook

                You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                Foto Google+

                You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                Connecting to %s

                %d blogger menyukai ini: