jump to navigation

Hidangan Untuk Baju Desember 3, 2009

Posted by aditkus in Contemplation.
Tags: ,
trackback

Syahdan, di sebuah kota hidup seorang saudagar kaya yang  gemar mengadakan  pesta di rumahnya. Tentu saja undangan yang hadir buan orang sembarangan; merka terdiri dari orang-orang terpandang yang juga kaya. Suatu ketika, sang saudagar mendengar di desa seberang ada seorang guru yang sangat terpandang. Saudagar itu pun memutuskan mengundangnya hadir dalam pesta yang ia adakan.

Sebenarnya, guru yang bijak dan sederhana ini enggan menghadiri pesta itu. Hanya saja, ia menganggap tak layak menolak kebaikan orang yang telah jauh-jauh mengundangnya. Sebelum berangkat, ia menyiapkan satu stel pakaian yang sangat indah dan ia simpan dalam tasnya. Sedangkan pakaian yang ia kenakan ke pesta itu adalah pakaian yang sudah usang.

Singkat cerita, sang guru pun berangkat menuju rumah sang saudagar. Namun setiba di sana, tak seorang pun yang menyambutnya. Bahkan, tuan rumah tak sekalipun menyapanya. Sang Guru hanya tersenyum ringan.

Ketika waktu makan tiba, sang  guru telah selesai berganti baju, ia mengenakan pakaian indah yang ia simpan dalam tasnya. Anehnya, semua tamu yang hadir memandangnya dengan kagum, begitu juga sang saudagar yang kemudian memintanya untuk duduk disebelahnya.

Begitu hidangan datang, sang guru segera melepaskan pakaian dan meletaknya di meja. Sejurus kemudian ia menumpahkan makanan di atasnya. “Makanlah wahai bajuku,” katanya. Perilaku aneh ini membuat semua yang hadir terkejut, termasuk sang tuan rumah. Sambil tetap tersenyum, sang guru berkata, “Sesungguh yang Anda Undang dalam pesta adalah  baju indah saya. Jadi yang harus menyantap makanan adalah baju ini, bukan saya.”

*Dikutip dari buku Balance ways

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: