jump to navigation

Nasrudin dan Keledai Desember 23, 2009

Posted by aditkus in Contemplation.
Tags:
trackback

Alkisah, Nasrudin memiliki seekor keledai yang sangat malas. Saking malasnya, keledai itu berjalan sangat lambat. Bayangkan, jarak 1 km harus ditempuh 3 jam!

Suatu hari, Nasrudin bermaksud shalat Jumat di  masjid desa tetangga. Untuk menuju kesana ia menunggang keledai malasnya. Dalam perjalanan, Nasrudin bersua dengan salah seorang tetangganya. “Nasrudin, mau kemana?” tanya tetangga tadi.

“Saya mau shalat Jumat di desa sebelah, “jawabnya.

“Tapi sekarang masih hari Kamis?” tanya sang tetangga heran.

“Benar, tapi kau tidak paham keledai istimewaku ini, saudaraku. Kalau saja ia bisa membawaku tiba di masjid besok tanpa terlambat, saya sudah sangat bersyukur,” jawabnya

Inti dari cerita ini

Memiliki tujuan membuat kita memiliki motivasi dan bisa bersikap seperti Nasrudin yang menyadari besarnya hambatan untuk mencapainya. Selama kita memiliki tujuan, semua rintangan akan dilihat sebagai batu krikil yang takkan mampu menahan hasrat kita untuk mencapai sasaran yang ingin dijejak.

Disadur dari Balance Ways

Komentar»

1. Sugeng - Desember 23, 2009

“Biar lambat asal sampai” itu inti cerita dari si nasrudin yo😕❓ >

2. syukriy - Desember 25, 2009

Kisah jenaka Nasruddi memang selalu menyimpan makna.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: