jump to navigation

Kisah Dua Ekor Katak Desember 30, 2009

Posted by aditkus in Contemplation.
trackback

Alkisah, dua ekor katak yang berteman baik terjatuh ke dalam sekaleng es krim. Situasi ini sangat membahayakan keselamatan keduannya, karena setiap saat mereka bisa tenggelam. Katak pertama selalu pasrah terhadap sesuatu yang menimpa, akibatnya ia langsung pasrah ketika trjatuh ke “kolam” es krim. “Temanku, nampaknya persahabatan kita akan berakhir disini. Ini sudah takdir Tuhan.Kita pasti akan mati disini, selamat tinggal teman,” katanya pasarah. Tak lama kemudian, ia pun betul-betul mati tenggelam.

Katak kedua tidak demikian. Ia tidak diam menunggu ajal seperti katak pertama. Walaupun sebenarnya ia rela jika memang harus mati di dalam kolam es krim, tapi ia berpikir, selama hayat masih dikandung badan, setidaknya ia dapat berusahan semaksimal mungkin aagar bisa bertahan badan. “Paling tidak, aku masih bisa berenang sampai benar-benar tak kuat lagi,” gumamnya.

Sejurus kemudain, ia mengayuhkan keempat kakinya untuk berenang. Tanpa ia sadari, gerakan itu telah mengaduk-ngaduk cairan  es krim sehingga lama-kelamaan cairan es itu mengeras. Sebelum tenaganya benar-benar habis, kolam es krim tersebut telah berubah menjadi daratan es krim. Dan, ia pun terhindar dari kematian.

Inti cerita: Dibalik sifat pasrah kita harus menyimpan rasa optimis dibarengi dengan kerja maksimal

Disadur dari balance ways

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: