jump to navigation

Kisah 47 Ronin Januari 12, 2010

Posted by aditkus in Books.
Tags: , , ,
trackback

Sebenarnya aku udah lama baca buku ini cuman baru inget beberapa hari ini soalnya ngeliat beberapa judul buku yang bertemakan jepang. Buku ini salah satu buku yang “legendaris” di pasaran buku internasional karena, genrenya klasik jaman edo Jepang. Dikarang oleh penulis barat Jhon Allyn dengan bahasa yang ringan mampu membuat pembaca untuk menerawang bagaimana kehidupan  bangsa Jepang kala itu. Ceritanya bertanggal tahun 1701 di istana Shogun di Edo, seorang daimyo (panglima perang daerah)-Lord Asano dari ako- menyerang seorang pejabat istana yang korup namun sayangnya gagal sehingga ia dipaksa untu bunuh diri ala Jepang (seppuku).

Para pengikut Lord Asano tentunya sekarang sudah tidak memiliki tuan (bos) lagi karena tewas. Sekarang julukan mereka bukanlah lagi samurai tetapi Ronin (samurai tak bertuan) dan mereka merencanakan balas dendam yang dipimpin oleh Oisi bila petisi mereka ditolak. Namun sayang tidak ada kepastian dari penguasa saat itu yaitu Shogun atas kejadian seppuku tuan mereka hal ini membuat para ronin ini melakukan aksinya yang dianggap sebagai peristiwa paling berdarah dalam sejarah kekaisaran Jepang.

47 Ronin yang melakukan aksi balad dendam ini membutuhkan waktu 2 tahun untuk merencanakan ini. waktu dua tahun dirasa cukup lama yang dapat mengikis rasa semangat dan kesetiaan seorang yang hidup di jalan samurai (sampe segininya). Dari ratusan samurai yang mengabdi pada Lord Asano hanya tersisa hanya 47 orang  yang bertahan sampai akhir terhadap tekad dan keteguhan untuk mengembalikan kehormatan klan tempat mereka mengabdi. Pergolakan antar karakter yang memiliki misi masing-masing inilah yang menjadi inti cerita, bagaimana pribadi-pribadi yang berbeda saling berbenturan mengenai beberapa hal. Mulai dari apakah perlu balas dendam sampai rencana detail penyerangan terhadap pejabat yang korup tersebut. Pada titik tertentu bahkan hampir terjadi perpecahan karena kesalahpahaman diantara mereka sendiri  dan pemimpin mereka. Pada akhirnya tekad dan keteguhan 47 ronin inilah yang menang, bukan hanya sekedar balas dendam tentunya namun lebih pada memberikan makna baru terhadap sebuah pengabdian.

Kenapa aku tertarik novel klasik yang berbau Jepang? Jawabnya mudah karena hampir cerita menampilkan zaman Jepang klasik dengan intrik-intrik seperti kisah 47 ronin ini, Taiko, dan Musashi. Novel-novel tersebut memberikan  warna tersendiri, kalo boleh dibilah terkadang warna yang diberikan terkadang gelap namun cukup menarik untuk diikuti.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: