jump to navigation

The Lost Symbol Februari 16, 2010

Posted by aditkus in Books.
Tags: ,
trackback

Robert Langdon, sang  Professor simbolog genius yang berhasil memecahkan Da Vinci Code, kembali hadir dalam petualangan  berbahaya yang penuh teka-teki. Cerita bermula dari undangan ceramah di gedung Capitol, Washington DC, untuk menggantikan seorang teman yaitu Peter Solomon yang juga sekaligus sebagai anggota prsaudaraan mason. Undangan yang tampak biasa ini berubah menjadi undangan kematian pada saat Langdon memasuki Capitol yang lengang, yang ada hanyalah beberapa turis. Disaat itulah seorang misterius meletakkan simbol tangan Misteri yang dibuat dari pergelangan Peter Solomon, sahabat dan mentor Langdon, sekaligus tokoh penting persaudaraan mason.

Sang penculik Peter meminta Landon memecahkan kode-kode  kelompok rahasia Mason yang melindungi sebuah lokasi di Washington, DC. Lokasi penyimpanan kebijakan tertinggi umat manusia, yang konon akan membuat pemegangnya mampu mengubah dunia.

Menjelajahi terowongan-twrowongan bawah tanah Capitol, Perpustakaan kongres, kuil-kuil mason, dan monumen Washington, Langdon harus berpacu dengann waktu sekaligus menghindari kejaran  CIA yang mengaanggapnya sebagai ancaman nasional. Sebelum tengah malam, Langdon harus sudah berhasil memecahkan teka-teki kelompok Mason. Jika tidak, nyawa Peter akan melayang dan rahasia yang konon akan mengguncang Amerika Serikat dan bahkan dunia akan tersebar.

Pendapat Pribadi:

Secara pribadi aku suka dengan gaya penyampaian Dan Brown, dia sangat detail dalam menjabarkan sesuatu di bukunya ini. Buku ini bukan hanya novel biasa, seperti buku-bukunya sebelumnya yang berisi kontroversi dan rahasia-rahasia yang jarang diketahui oleh khalayak umum  yang selalu membuka pengetahuan bagi pembacanya. Membuka tabir rahasia yang disampaikan dengan gamblang dipadu dengan gaya bercerita novel yang membuat pembacanya penasaran dengan halaman berikutnya. Kali ini Mr.Brown melakukan hal yang sama, dengan gaya yang sama juga dengan ketertarikan dengan simbol-simbol dan seni yang ada di Capitol house beliau membuat cerita yang cukup menarik yang mungkin orang Amerika sendiri tidak akan menyangkanya. Yang membuat menarik dari karya yang satu ini adalah bagaimana Mr.Brown mendetail menceritakan asal-usul suatu benda seni, benda seni yang terdapat di buku ini digambarkan selalu menyimpan rahasia kuno dan penuh dengan tanda tanya. Sedikit pelajaran dari Mr.Brown, apabila kita melihat suatu karya seni jangan hanya dilihat dari luarnya saja seperti keindahan barang tersebut tapi perlu kita telusuri juga  maknanya terutama benda-benda seni terkenal. Jujur dari buku-bukunya Mr.Brown membuka wawasan banget soal barang seni dan rahasia yang terkandungnya

Di akhir aku menangkap kesan dari buku ini bahwa kita manusia harus kembali ke Agama tanpa mengenyampingkan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dilandasi moral agama yang kuat. Aneh memang, dimana dibuku pertamanya Mr.Brown membuat menolak habis-habisan tentang konsep ketuhanan terutama yang bersangkutan dengan Nasrani dengan menjabarkan bukti-bukti di buku Da Vinci Code sehingga umat Nasrani berang dengan buku ini. Namun di buku yang terakhir ini Mr.Brown mengajak pembaca seperti untuk kembali beragama dengan dilandasi beberapa ayat-ayat Alkitab. Di akhir cerita, disebutkan bahwa Ilmu pengetahuan hadir untuk membenarkan agama. Agama itu sendiri merupakan cikal bakal penuntun manusia ke kehidupan yang lebih baik yang disebutkan bila dipadu dengan ilmu pengetahuan menjadi harta terbesar dalam peradaban Umat manusia.

*The Lost Symbol, sebelumnya akan diberi judul The Solomon Key, adalah sebuah novel yang ditulis oleh novelis Amerika Serikat, Dan Brown. Buku ini menceritakan tentang teori konspirasi, yang mengambil kisah di Washington DC.

Buku ini adalah buku ketiga novelis Dan Brown yang melibatkan karakter Robert Langdon, ahli simbol dari Universitas Harvard, setelah Angels & Demons dan The Da Vinci Code. Buku ini diterbitkan pada tanggal 15 September 2009. Buku ini pada pemunculan perdananya diterbitkan sebanyak 6.5 juta cetakan (5 juta di Amerika Utara, 1.5 di Inggris), terbesar dalam sejarah penerbitan buku. Pada hari pertama penjualannya buku ini terjual sebanyak satu juta cetakan dalam bentuk hardcover dan juga dalam bentuk versi e-book di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada, membuatnya buku yang tercepat terjual dalam sejarah

Komentar»

1. joyhomework - Februari 16, 2010

Wow…Moga lgsng di bkin filmnya, 2 film sblmnya kren2x
http://joyhomework.wordpress.com

2. Ganjar Nugraha - Februari 17, 2010

ane tunggu he he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: