jump to navigation

Menggapai Perguruan Tinggi Idaman Februari 24, 2010

Posted by aditkus in Tak Berkategori.
Tags: ,
trackback

Sebentar lagi  musimnya para siswa SMA atau sederajat untuk mencari sekolah lanjutan selepas SMA. Para siswa bahkan orang tua siswa  akan berbondong-bondong untuk mencari sekolah sesuai dengan minat (kadang juga tidak sesuai dengan minat). Para siswa dan orang tua siswa mulai getol untuk mencari info universitas dengan berbagai media baik itu melalui media cetak, internet, dan datang ke stand-stand pameran perguruan tinggi. Universitas dan institut dan di Indonesia pun juga tidak kalah gencar dalam mencari mahasiswanya untuk menjemput bola, kita bisa lihat begitu banyak iklan di media cetak atau di media elektronik seperti televisini nasional di negeri ini. Mereka mulai memasarkan “produk” dari universitas mereka dengan segala cara dan menunjukkan bahwa universitas/institut mereka terbaik di bidangnya. Itulah hiruk pikuk dunia pendidikan di Indonesia setiap tahunnya dan inipun belum lagi ditambah perguruan tinggi dari luar negeri yang mencoba menggaet mahasiswa Indonesia, ini menambah panjang persaingan dalam mendapatkan mahasiswa.

Tentunya dalam memilih kelanjutan studi seorang mahasiswa tidak akan asal-asalan, karena ini menyangkut masa depan. Sederet nama besar universitas dan institut di Indonesia sudah menjadi incaran para calon mahasiswa karena kualitas lulusannya sudah terbukti. Untuk melihat ukuran sebuah perguran itu berkualitas cukup mudah, coba liat akreditansinya, sejarahnya, peminat dari tahun ke tahun, dan kompetensi lulusannya (kalo baru buka lihat saja inputnya bagaimana). Namun Mari kita lihat apakah dari hal-hal yang tadi sudah saya sebutkan diatas yang menjadi ukuran/persyaratan agar sebuah universitas/institut menjadi perguran tinggi menjadi idaman banyak mahasiwa? Ho ho belum tentu donk, pernah dengar cerita seorang mahasiswa yang masuk salah satu universitas beken di negeri ini tapi disana dia nilainya jeblok dan tidak karu-karuan ujung-ujungnya stress sendiri? Tentunya sering donk kita dengar dan tentunya sering juga kita dengar banyak mahasiswa salah ambil jurusan sehingga tahun depannya ikut untuk bertarung dengan adik-adik di SPMB dan sejenisnya.

Saya yakin orang-orang yang ikut meramaikan lomba blog UII pastinya udah banyak membahas sederet  teori tentang bagaimana caranya agar masuk Perguruan Tinggi Impian tetapi untuk kali ini saya akan coba membahas studi kasus saja yang terjadi pengalaman selama saya kuliah. Kenapa hal ini menjadi menarik untuk diamati, karena gejala sosial dikalangan anak muda yang mau beranjak dewasa ini muncul tiap tahunnya dan sering bikin geleng-geleng orang tua dan orang-orang sekitarnya. Mari kita lihat jenis-jenis mahasiswa yang mampu mendapatkan kursi di Perguruan Tinggi Idamannya melalui studi kasus:

Kasus pertama

Ada seorang teman saya, seorang cewek cakep dari kota sebelah dan umurnya 1 tahun lebih tua dari saya. Pada tahun pertama setelah lulus dia kuliah di salah satu institut negeri di Surabaya di jurusan yang lumayan favorit dengan passing grade  yang cukup tinggi. Tahun kedua dia ikut SPMB lagi, sejak awal memang incaran dia adalah Fakultas kedokteran di salah satu universitas negeri di  Surabaya namun dia gagal dan diterima di jurusan Akuntansi. Tahun ketiga dia coba lagi dan tetap dia memilih Fakultas Kedokteran namun di universitas negeri yang berbeda. Voila! dia pun akhirnya diterima juga di fakultas yang dia idam-idamkan sejak dulu kala walau bukan di universitas. yang dia inginkan. Dalam kasus ini seseorang tidak akan pernah puas hingga dia mendapatkan apa yang  benar-benar diinginkan walau harus berkorban waktu, sekedar informasi dua jurusan yang dia ambil sebelumnya merupakan jurusan terfavorit di bidang masing-masing.

SPMB

Suasana Ujian Masuk Perguruan Tinggi

Kasus kedua

Ada seorang teman  cowok sepantaran dengan saya, dia punya pacar dan kebetulan satu jurusan dengan dia juga. Pada tahun pertama si cewek ini kuliah di di universitas negeri di solo dengan jurusan fakultas kedokteran, dia memang niat masuk di jurusan ini. Setelah 1 tahun kuliah dia jadi ga kerasaan (kata orang jawa), hidupnya stress dengan tugas-tugas dari fakultas. Tahun kedua dia SPMB lagi dan  akhirnya diterima di fakultas ekonomi di univ. negeri di Surabaya. Sama hal dengan teman saya yang di Pontianak, dia juga pada awalnya kuliah di Fakultas Kedokteran tetapi tahun kedua dia pindah ke Jogja dan kuliah di teknik industri di salah satu universitas swasta.  Intinya tidak semua yang diidam-idamkan itu baik untuk kita.

Kasus Ketiga

Yang ini paling banyak contohnya, coba tanya teman atau saudara yang sudah kuliah. Apa yang membuat mereka tertarik untuk kuliah di suatu fakultas/jurusan, saya yakin akan ada yang  menjawab “sekenanya saja”. Maksud sekenanya/seadanya disini adalah bukan asal-asalan, mereka pilih karena lebih baik kuliah daripada ga kuliah sama sekali. Mereka-mereka ini biasanya pilihan pertama gagal dan diterima di pilihan kedua namun mereka tidak berusaha untuk pindah fakultas/jurusan. Mereka menemukan perguruan tinggi idaman  mereka karena kepasrahan mereka, kecintaan atas  fakultas/jurusan ini muncul seiring dengan waktu mereka kuliah. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti teman-teman kuliah, suasana kampus, dan biaya murah. Mereka tidak menyesali pilihan yang mereka buat karena sudah terlanjur cinta dengan alamamater yang sekarang walaupun tidak sesuai dengan minat awal mereka. Pada akhirnya mereka menjalankan peran ganda, mereka sambil kuliah namun tetap menekuni bidang yang mereka minati misal kuliah biologi, tapi tetap senang dengan desain grafis.

Kasus Keempat

Kasus keempat ini lebih banyak yang salah jurusan. Mungkin banyak dari teman-teman saya mendaftar kuliah sekena saja, dan terkadang hanya melihat “itu loh jurusan yang passing grade tinggi dan prestisius” maka mereka berbondong-bondong mendaftar disana. Setelah memasuki perkuliahan mereka baru terasa kalau jurusan yang mereka ambil sekarang ternyata tidak cocok, akhir mereka berpikir ulang “kira-kira jurusan apa aku cocoknya”. Kebanyakan mahasiswa-mahasiwa seperti ini pada tahun kedua sudah mencari perguruan tinggi/fakultas/jurusan yang lain dan mereka baru sadar sadar dan tahu bila minat dan kemampuan mereka ada di tempat lain. Mereka-mereka ini adalah calon-calon yang akan bersaing lagi di SPMB bersama anak-anak  SMA yang baru saja lulus.

Kasus Kelima

Ini kasus yang paling mengenaskan menurut saya, kenapa? Coba disimak saja ceritanya. Alkisah ada seorang teman dari pulau seberang mengikuti ujian masuk sebuah perguruan tinggi dan akhirnya diterima. Memang teman saya ini tidak punya pilihan mana alias tidak punya minat mau kuliah dimana alias tidak punya pendirian. Bingung mencari peguruan dan fakultas akhirnya bertanya kepada orang lain, fakultas mana yang alumni dibutuhkan untuk beberapa tahun kedepan alias masa depannya cerah karena banyak lulusan perguruan tinggi yang nganggur? Akhirnya pemuda itu memutuskan mengikuti trend dunia kerja, saran dari orang lain, dan tentu saja melihat seberapa favoritkah fakultas/jurusan tersebut. Walhasil kuliah juga ga seberapa minat, IP pas pasan tapi mau ga mau inilah yang harus dijalani dan jadikan ini adalah perguruan tinggi idaman karena sejak awal sudah memilih ini.

Lain lagi dengan seorang gadis sebut saja namanya Nana, dia ingin sekali masuk fakultas kedokteran. Tahun pertama gagal, dia pun juga tidak mengisi pilihan kedua dalam ujian masuk saking kepincut dengan fakultas kedokteran. Jadinya gadis tersebut tidak diterima dimana-mana, pokoknya bila bukan FK  dia tidak mau kuliah. Namun kedua orang tua akhirnya memaksa si gadis untuk tetap kuliah, orang tua si gadis akhirnya mendaftarkan ke D3 (karena waktu itu SPMB sudah ditutup) dan memaksa kuliah. Si gadis berniat untuk mencoba SPMB lagi tahun depan di univ. kota sebelah, sayang seribu sayang orang tua melarang keinginan anak gadisnya tersebut. Nah apabila sudah begini bagaimanakah Perguruan idaman?yup biarkan waktu yang membuat si Gadis jatuh cinta pada alamamaternya yang sekarang.

Kasus Keenam

Inilah yang paling diidam-idamkan oleh banyak calon mahasiswa, mereka diterima sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Mereka pada dasarnya memang sudah pintar dan beruntung menembus persaingan untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi. Kenapa saya bilang beruntung, karena pintar saja tidak cukup. Kita membutuhkan faktor x yang mampu mendukung keinginan kita, bisa saja saat tes si pintar sakit dan kurang fit ini sangat mempengaruhi jalannya tes dan hasilnya juga. Si beruntung tadi mungkin merada di batas bawah suatu penilaian namun karena si pintar tadi bermasalah ( mungkin sipintar tadi kurang pas dalam menghitamkan jawabab salah satu nomor) akhirnya gagal dan berhasilah si beruntung tadi mendapatkan jatah kursi. Lain lagi mungkin seorang mahasiswa berhasil tembus ke perguruan tinggi favorit karena usaha dan doanya benar-benar gigih, ini memang layak mendapatkan apa yang dia inginkan.

Banyak halangan dan rintangan yang menanti kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan seperti yang sudah saya tulis. Seorang adik kelas pernah bercerita kepada saya bahwa sebelum dia mendaftar kuliah terlebih dahulu dia melakukan tes psikologi untuk menentukan dimana sekiranya minat dia untuk kuliah. Dan hasilnya sekarang dia mengambil jurusan kuliah sesuai dengan hasil psikotesnya tersebut, tentunya tidak ada yang salah dengan ini karena setiap orang mempunyai jalan dan cara masing-masing untuk menggapai tujuan hidup yang ingin dicapai. Saya dulu juga pernah ikut tes psikotes dan hasilnya saya diarahkan untuk menjadi seorang tentara, namun sayang fisik tidak mendukung. Seperti kata pepatah “manusia boleh berusaha namun tuhan yang menentukan”.

Akhir kata, ada beberapa kata-kata mutiara yang tidak sengaja saya dapatkan di sebuah situs populer di Indonesia, bunyinya seperti ini ” Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.” Semoga bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis. Apabila ada kata-kata yang salah itu datangnya dari penulis dan apabila ada benarnya maka itu adalah milik Allah swt semata

*nb: kepada teman-teman saya atau siapapun juga yang mungkin sedang membaca blog saya yang sederhana ini dan merasa ada kemiripan saya mohon maaf, bukannya ingin mengungkit-ungkit masa lalu, tapi coba lah berpikir kedepan agar pengalaman kita dapat menjadi pelajaran bagi orang lain karena pengalaman merupakan guru paling berharga.

baca juga blog saya yang lain

Komentar»

1. idisuwardi - Februari 26, 2010

Nice banget info na.. Lengkap dengan kasus-kasus yang ada..

aditkus - Februari 26, 2010

semoga bermanfaat bagi yang baca

vanu99 - Februari 27, 2010

udah ku vote excellent

2. Zainal Muttaqien - Februari 26, 2010

Terimakasih atas kunjungannya di blog saya..salam kenal! Semoga silaturahmi kita ke depannya akan tetap terjaga. Menurut saya, tulisan sampeyan sangat orisinil dan personal serta berbasis pada realitas dan juga fakta. Brand personal nya pun sangat terasa.. mudah2an menang dlm lomba blog yg diadakan UII Yogyakarta. Saya pun tengah menyiapkan bahan tulisan yg mudah2an bisa dikutsertakan dlm lomba sejenis. Jadi utk pertemuan pertama ini cukup segini saja.. nanti kita akan ngobrol banyak, insya Allah..

3. vanu99 - Februari 27, 2010

wawww…. kalimatnya mantap banget.. mudah dibaca dan enak dirasa:) thanks bro

aditkus - Februari 27, 2010

makasih banyak udah komen dan di di vote juga

4. ngadimin - Februari 27, 2010

wah yang lagi baca soal cakep juga ya.namanya sama tuh mas

5. nurrahman18 - Februari 28, 2010

buat lomba ya? goodluck deh

6. Stephanus - Februari 28, 2010

Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.”
kata-kata yang sangat dalam dan berarti….

7. rismanrasa - Maret 1, 2010

info penting ni
salam kenal

8. rismanrasa - Maret 1, 2010
9. dellaanna - Maret 2, 2010

wah asyik banget infonya nich, thnx yaa, mampir2 ke lapak ZONA MERAH. salam kenal

10. BULENTIN - Maret 6, 2010

Wah ini info penting!
salam kenal ya, trims tlah mampir di gubukku!

11. adedoank8 - Maret 7, 2010

keren bnget infonya,, sangat berguna banget tuh buat aduk2 kita yang nau melanjutkan ke perguruan tinggi!!!!!
http://adedoank8.wordpress.com/

12. ilyasafsoh.com - Maret 7, 2010

nice info,
i like it

ilyas afsoh

13. ernidw - Maret 8, 2010

wuah, jadi keder juga, ternyata saingan saya lomba blog, eniway thumbs up, bagus tulisannya!

14. ImUmPh - Maret 11, 2010

wah…. saya juga lagi pusing mau masuk apa?? lulus 2009 smk jurusan TI. tapi pengen nyoba jurusan lain ga tau yg cocok yg mana.. semoga saya bisa masuk ke kategori yang nomor 6. Do’akan saya lulus SNMPTN.

15. alnug2010 - Maret 19, 2010

salam kenal , thanks atas kunjungannya. Saya juga punya pengalaman dulu untuk dapetin PTN harus berjuang 2 kali. Pertama gak dapet dan terpaksa kul dulu di D3 baru tahun kedua saya ikut lagi dan dapet (FE UI). Saya percaya doa dan kerja keras akan membuahkan hasil

16. pakulangit - April 15, 2010

Perjalanan saya dulu saat memilih jurusan mirip dgn kasus yg ketiga…🙂
Saya masuk teknik listrik padahal hati saya cenderung ke seni atau sosial….

17. Allfine - April 19, 2010

Lam kenal y..
Wah tu artikel bgus bwat saya ne.. Q jga mo daftar kuL. Tpi ne nggu pengumunan LuLusan dLu.. Do’ain y byar q LULUS hehe..

18. kangtatang - April 21, 2010

wew, Artikel yang berbobot😀 semoga sukses dengan maksud & tujuan pembuatan artikel ini hi.. hi….

salam kenal, terimakasih untuk kunjungan ke blog saya.

salam
Kang Tatang

19. koropedang - April 22, 2010

wow setuju sekali nih dengan tulisannya.Menjadi yang terbaik pada hal yang kita sukai .akan membuat kita senang menjalaninya. Kenapa di SMA2 tidak pernah di lakukan penggalian potensi pada anak ya.Anak ini cocoknya pada bidang apa?? Karena banyak sekali teman2 saya yg kuliah sudah suah payah,lulus tidak bekerja sesuai bidangnya.

20. nurrahman18 - April 23, 2010

hmm, lebih mengarah ke bagaimana tiap individu menyikapi kegagalan ya sob, kasusnya banyak banget emang :D…
tp klo buat PT idaman emang harusnya mengubah “kesedihan2” dari individu yg gagal itu untuk “betah” dan ketika lulus “puas”,dibuktikan dgn bisa bekerja dgn sukses😀

21. dhebu - April 26, 2010

wahhh…nice info..
bsa jdi pembelajaran,,sblm kuliah memang hrs dipikirkan sematang mungkin
lam knal,

22. Team Ronggolawe - April 29, 2010

Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com

23. KOEZZ - Mei 3, 2010

tukeran link gan,linknya dah dipasang gantian ya http://koezz.wordpress.com

24. romailprincipe - Mei 6, 2010

Saya berhasil masuk PTN negeri, itupun sudah belajar berdarah2

25. Aura Pelupa - Mei 7, 2010

wao terinci sekali, smoga mereka dapat memilih sesuai impiannya dan diterima!

26. very - Januari 2, 2011

makasih bget…skarng rasanya jadi lebih bisa menentukan langkah yang harus di ambil🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: