jump to navigation

Petuah O Sensei-Part 1 Februari 24, 2010

Posted by aditkus in Aikido.
Tags: ,
trackback

Dengan pertimbangan kesamaan ai ( harmoni) dengan ai (kasih ), saya putuskan menyebut budo saya yang khas ini dengan “Aikido” meskipun kata Ai-ki terkesan kuno. Makna kata Ai-ki yang digunakan oleh para prajurit  di masa lampau berbeda dengan kata Ai-ki dalam seni yang saya ciptakan. Ai-ki bukanlah suatu teknik untuk bertempur atau untuk  mengalahkan lawan, tetapi merupakan cara untuk  menyatu dengan dunia dan menjadikan manusia  sebagai satu keluarga. Rahasia Aikido adalah menyelaraskan diri kita dengan perubahan dan pergerakan alam semesta serta  membawa diri kita menyatu dengan alam. Dengan demikian, orang yang telah memperoleh  rahasia Aikido memiliki alam semesta dalam dirinya sehingga dapat berkata, “Sayalah alam”.

Pada saat musuh mencoba untuk bertrung dengan saya, ia harus melawan alam karena ia harus mematahkan keserasian alam. Oleh karenanya, pada saat mempunyai pikiran  untuk bertarung dengan saya, ia telah kalah terlebih dahulu. Dalam hal ini, tidak ada ukuran yang pasti tentang cepat atau lambatnya waktu. Saya tidak pernah kalah secepat apa pun lawan menyerang, bukan karena teknik saya lebih cepat dari pada lawan saya, tetapi karena pertempuran itu sendiri selesai sebelum dimulai.

Aikido tidak menentang, dan karenanya, selalu menang. Siapa pun yang mempunyai pikiran menyimpang atau bertentangan telah dikalahkan sejak awal. Dengan demikian, bagaimana anda dapat meluruskan  pikiran Anda yang menyimpang, memurnikan hati Anda, dan menjadi harmonis dengan aktivitas di dalam alam ? Sebelumnya, Anda harus memiliki hati seperti hati Tuhan. Hati yang memiliki kasih, yang hadir di mana – mana dalam segala bagian dan setiap waktu di dalam alam. “Tidak ada perselisihan di dalam kasih. Tidak ada musuh di dalam kasih.  “Pikiran untuk berselisih dan pikiran  memiliki musuh tidak konsisten  dengan ajaran Tuhan.

Siapa pun yang tidak setuju dengan prinsip ini  tidak akan bisa selaras dengan alam. Budo mereka menjadi alat penghancur  dan bukannya budo pembangun Dengan demikian , bersaing dalam teknik, menang atau kalah, bukanlah budo yang sebenarnya. Dalam budo yang sejati, hanya dikenal “ Tidak terkalahkan “. “ Tidak terkalahkan “ berarti “ Tidak pernah berkelahi “. Menang berarti menang terhadap pertentangan di dalm diri  sendiri.Kemenangan  terhadap diri sendiri akan menghantarkan Anda mencapai misi yang berkelimpahan. Ini bukan sekedar teori.Praktekanlah, maka Anda akan menerima kekuatan yang luar biasa  untuk menyatu dengan lawan.

Jangan memandang mata lawan  atau pikiran Anda akan tertarik ke matanya. Jangan memandang pedangnya  atau Anda akan terbelah oleh pedangnya. Jangan memandangnya  atau semangat Anda akan menjadi kacau. Budo yang sebenarnya adalah membangun daya tarik  yang mampu menarik semua lawan ke arah Anda. Apa yang perlu saya lakukan adalah tetap berdiri dengan cara ini. Bahkan , berdiri dengan  membelakangi lawan sudahlah cukup. Saat dia menyerang, menghantam, ia akan celaka dengan  sendirinya oleh karena keinginannya untuk menyerang. Hal ini terjadi karena saya menyatu dengan alam semesta. Saat saya berdiri, ia akan tertarik ke arah saya. Dalam hal ini, tidak ada waktu dan ruang sebelum Aikido,  yang ada hanyalah alam sebagaimana seharusnya.

Tidak ada musuh bagi Aikido. Anda salah paham jika Anda  beranggapan bahwa budo berarti memiliki lawan dan musuh  serta menjadi kuat dan menjatuhkan mereka. Bagi budo sejati, tidak ada lawan atau musuh  Budo sejati adalah menjadi satu dengan alam, yaitu menyatu dengan pusat semesta. Dalam Aikido, yang dibutuhkan adalah  pikiran untuk melayani bagi kedamaian semua manusia dan bukan pikiran dari seseorang yang berharap  menjdi kuat atau yang berlatih untuk  menumbangkan lawan. Bila ada orang yang bertanya apakah prinsip Aikido diambil dari suatu kepercayaan, saya jawab, “ Tidak ” Prinsip Budo sejati saya menerangi kepercayaan  dan memimpin mereka ke arah kesempurnaan.

Saya bersikap tenang kapan saja dan di mana saja saya diserang. Saya tidak mempunyai keterikatan, baik dengan kehidupan maupun kematian. Saya serahkan segala sesuatunya  sebagaimana mestinya kepada Tuhan. Memisahkan diri dari keterikatan pada hidup dan mati  serta memiliki pikiran yang menyerahkan diri segala sesuatunya  kepada Tuhan, tidak hanya pada saat Anda diserang, tetapi juga dalam kehidupan Anda sehari – hari.

Budo sejati merupakan manifestasi dari kasih, memberi kehidupan kepada sesama, dan tidak membunuh  atau bertarung dengan sesama. Kasih merupakan pelindung dari apa pun. Tanpa kasih , semuanya tidak ada. Aikido, merupakan realisasi dari kasih. Saya tidak membandingkan diri dengan orang lain. Lalu, siapakah yang saya jadikan acuan ? Jawabnya adalah Tuhan. Dunia ini tidak akan menjadi baik  karena orang saling membandingkan  dengan berkata dan melakukan hal – hal bodoh. Kebaikan dan kejahatan menjadi tipis batasannya. Aikido melepaskan diri dari semua keterikatan. Aikido menjaga agar semua tumbuh dan berkembang secara dinamis untuk kesempurnaan alam.

Dalam Aikido, kita mengendalikan pikiran lawan  sebelum kita menghadapi lawan. Dengan demikian kita menarik lawan ke arah kita. Kita maju dalam hidup dengan tarikan semangat kita dan mencoba untuk mengarahkan  bagian – bagian kecil dari dunia ini. Kami setiap kali berdoa agar pertikaian tidak terjadi. Untuk alasan inilah, kami secara keras melarang adanya pertandingan di Aikido. Semangat Aikido adalah mengarah pada rekonsiliasi damai. Dengan tujuan ini, kami mengikat dan menyatukan lawan dengan kekatan kasih. Dengan kasih, kita mampu memurnikan sesama. Pertama, pahami Aikido sebagai budo  dan selanjutnya sebagai jalan pelayanan  untuk membangun keluarga dunia. Aikido tidak diperuntukkan  bagi suatu negara atau orang – orang tertentu. Aikido ditujukan untuk memanifestasikan karya Tuhan.

Budo sejati melindungi segala sesuatunya dengan semangat rekonsiliasi. Rekonsiliasi berarti memperkenalkan  penyempurnaan dari misi setiap orang. Dengan “jalan”, dimasudkan menjadi satu  dengan kemauan Tuhan dan melatihnya. Jika kita tetap terpisah dari kemauan Tuhan  yang kita lakukan bukanlah “jalan”. Kita dapat mengatakan bahwa Aikido merupakan satu cara untuk menenggelamkan kejahatan dengan ketulusan dari nafas kita. Dalam hal ini, dikatakan, mengubah pikiran jahat  menjadi dunia semangat. Inilah visi  Aikido. Pikiran jahat akan kalah dan semangat akan berjaya.

Tanpa budo, sebuah negara akan menjadi kacau karena budo adalah kehidupan yang saling melindungi dengan kasih dan sumber aktivitas pengetahuan. Mereka yang mencari untuk belajar Aikido harus dapat membuka pikirannya, mendengarkan perintah Tuhan melalui Ai-ki, latihan dan praktekkanlah tanpa menghindarinya. Mulailah dengan memperbaiki semangat Anda. Saya ingin orang – orang yang memiliki budi baik mendengarkan suara dari  Aikido. Ini bukanlah untuk memperbaiki kesalahan orang lain, ini adalah untuk memperbaiki pikiran Anda sendiri Inilah misi  Aikido, dan seharusnya inilah misi Anda.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: