jump to navigation

Membaca Buku Penting ga Sih? Mei 8, 2010

Posted by aditkus in Contemplation.
Tags: ,
trackback

readingBulan Mei bagi sebagian orang di peringati sebagai hari buku. Bila kita bicara buku tentunya tidaka lepas dari budaya membaca buku. Semua orang tahu dengan membaca buku pasti akan memperoleh ilmu, terserah buku apapun semisal membaca buku resep masakan Inysallah dapet ilmunya bahkan bila ada orang yang membaca kitab santet Insyallah dapat ilmunya juga (yg ini ngawur). Sebenarnya banyak tempat yang menyediakan buku baik itu yang dapat dipinjam, disewakan hingga dijual, kendala yang terkadang terkendala masalah dana dll. Lalu bagaimanakah kita mensiasati hal ini? apakah penting sekali dan begitu berharga? Kalau masalah ini kembali ke diri pribadi masing-masing orang, teman kampus saya ada yg tergolong kurang mampu tapi ya semangat tetap ada buktinya dia bisa-bisa saja kuliah dengan bermodalkan buku pinjaman teman dan sekarang sudah lulus mendahului saya.

Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Agama Din ini sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu, salah satunya dengan membaca buku. Mengapa membaca buku, buku bukanlah monopoli murid, siswa atau mahasiswa saja, dengan membaca buku tanpa pergi ke sekolah anda dapat menuntut ilmu. Sekolah hanyalah media perantara bagi yang ingin mencari ilmu sedangkan sumber ilmu sendiri adalah buku, di sekolah gudangnya informasi sumber ilmu. Bila di analogikan seperti ini apakah kita perlu ke gudang untuk mencari buku, bisa saja kita mendapatkannya dari teman atau dari siapapun yang penting buku tersebut berguna bagi kita. Prof. Dr.Ayyatullah Sayyid Hasan Sadat Mustafawi, rektor Islamic University of Teheran, Iran menyatakan dalam surat ArRahman, Allah swt menyatakan bahwa diri-Nya adalah pengajar (‘Allamahu al-Bayan) bagi umat Islam (Majalah Al-Falah). Dalam agama-agama lain selain Islam kita tidak akan menemukan bahwa wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk belajar. Ehhmmm sebegitu pedulinya Allah terhadap mahkluknya, hanya kita saja yang sering mbeling.

Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah surat Al-Alaq, di dalam ayat itu Allah memerintahkan manusia untuk membaca (iqra). Allah mengajarkan kita dengan  qalam yang sering diartikan secara harfiah sebagai pena. Akan tetapi kata qalam dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk mentransfer ilmu kepada org lain. Ada beberapa pihak mengatakan bahwa pengertian qalam janganlah dipersempit karena tiap zaman mengartikannya berbeda-beda. Saya sendiri juga agak heran mengapa kata Iqra disandingkan dengan kata Qalam pada satu paket surrah Al-Alaq? Mungkin ini lah jawabnya dengan pengetahuan agama saya yang begitu sempit ini. Keheranan saya itu berlanjut setelah mengetahui bahwa pada masa kejayaan Islam, ukuran tingginya peradaban Islam waktu itu juga dapat dikontekskan dengan kegiatan-kegiatan yang bertumpu pada, atau dikaitkan dengan, buku. (Apalagi peradaban Barat sekarang yang menyebar secara dahsyat ke seluruh pelosok dunia baik lewat buku maupun Internet.) Artinya, para ulama zaman dahulu, tampaknya, sangat mengandalkan buku atau produk dari kegiatan baca-tulis untuk menyebarkan ilmu. Ilmu, saya kira, adalah salah satu pilar peradaban yang sangat penting. Apabila ilmu berkembang, tentulah sebuah peradaban akan berkembang ke arah yang lebih baik.

Sebelum seseorang bisa menghasilkan suatu tulisan yang bermutu tentunya dia harus membaca dulu dan memahami apa isi yang dia baca barulah bila dirasa sudah mungpuni seseorang tersebut mulai menuliskan pikirannya ke sebuah kertas yang nantinya bila berlembar-lembar akan menjadi sebuah kitab atau buku. Intinya semua itu berawal membaca. Seperti kata pepatah Gajah mati meningggalkan gadingnya macan mati meninggalkan belangnya. Dengan adanya buku tentunya ide-ide kita akan tersimpang dengan baik syukur-syukur dibaca orang lain dan bermanfaat.

Okey mungkin ada yang bila kalo ada yang pengen jadi penulis harus banyak membaca lalu bagaimana yang tidak berniat jadi penulis atau sama sekali tidak ingin menulis? Yakin dengan pertanyaan itu? Itulah pertanyaan saya kala saya masih di awal-awal SMA buat apa sih membaca. Seiring dengan bertambahnya umur dan keperluan saya dihadapkan dalam hal surat meyurat baik itu yang bersiafat resmi atau pun tidak. Dalam hal  ini bila saya tidak membaca lantas saya bisa apa, pernah saya diharuskan menulis surat resmi ke suatu instansi karena saya ga tau bentuk surat resmi itu bagaimana ya saya kelabakan akhirnya. Sekarang sudah zamannya informasi semua harus tau ilmua dulu baru bisa jalan, contoh saja ketika anda membeli peralatan elektronik yang sangat asing bagi anda tentunya anda akan mecari buku manuaknya kan? Dan ujung-ujungnya membaca juga.

Komentar»

1. belvara - Juni 15, 2015

terima kasih kak, sudah memberikan saya ilmu tentang Penting nya membaca buku, sebelum nya saya malas membaca buku, sesudah membaca buku penting gak sih? saya Jadi tidak malas lagi membaca buku, trims ya……… kak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: