jump to navigation

Lahan Sawah jadi Tol, Mau Makan Apa? Mei 9, 2010

Posted by aditkus in Save our Environment.
Tags: ,
trackback

 

Jalan Tol

jalan tol

Lahan sawah di Indonesia khususnya dipulau jawa kedepannya akan banyak berkurang apabila jalan tol trans- jawa benar-benar dibangun oleh pemerintah. Pembangunan jalan tol ini diperkikan  sepanjang 652 km dari Cikampek Jawa barat, sampai Jawa Timur, memakan 4263 hektar yang sebagian besar sawah. Bandingkan luas pulau Jawa yang daratannya hanya 6,5 % dari luas daratan di Indonesia memasok 53 % kebutuhan pangan nasional.

 

Perbandingan luas tanam dan produktivitas pertanian (angka proyeksi 2009)

Luas Tanam (juta ha) Produktivitas (kuintal/ha)
Jawa Luar jawa Jawa Luar jawa
Padi 5,9 6,8 52,8 44,7
Jagung 2,1 2,1 47,3 45,7
Kedelai 0,5 0,3 15,0 13,8

Sumber: Litbang Kompas, Makalah Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, maret 2008, Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum

Berubahnya lahan pangan jadi tol bukan hal yang sepele, permasalahan utama pada umumnya pembukaan jalan akan mengubah lahan sekitar. Perubahan ini memicu pembangunan pusat perbelanjaan, jasa, perkantoran, perumahan, dan pemukiman. Trus lahan sawahnya dikemanakan? Mau makan apa nantinya? Aspal!

Menurut data REI (Real Estate Indonesia), petumbuhan properi di Indonesia di Jawa sudah menghabiskan lahan seluas 4.891 hektar. Bayangkan kalau infrastruktur seperti jalan tol ada apalagi menghubungkan ujung ke ujung pulau jawa  tentunya properti akan semakin bergairah. Pembangunan properti di Jawa telah merubah lahan produktif sedangkan diluar jawa lahan ex hutan dan rawa.

Jalan tol trans Jawa dalam jangka panjang akan mengancam produksi dan suplai pangan bangsa. Meski demikian jalan tol trans jawa menumbuhkan perekonomian bangsa, dengan menggairahkan industri di pulau jawa. Lebih-lebih, jawa yang berpenduduk 130 juta jiwa (2006) merupakan pasar menggiurkan.

Walaupun Jawa menyediakan segalanya untuk pertumbuhan ekonomi, terutama Industri bukan berarti sektor pangan harus dikorbankan. Seharusnya ada strategi pembangunan tol trans-Jawa yang bisa meminimalkan dampak perubahan lahan pertanian. Persoalan bangsa ini akan tambah runyam kedepan kalau komoditas lahan pangan ini di korbankan. Perlu diingat pangan adalah komoditas strategis bangsa ini, hal beresiko sangat besar.

Lama-lama bangsa in seperti apa kata pepatah: makan ga makan yang penting ngumpul (ngumpulnya buat bikin jalan)

Komentar»

1. Dedhy Kasamuddin - Mei 10, 2010

Assalamu ‘alaikum mas.

Terima kasih udah mampir dan memberikan komentarnya ke blog aku.

Salam kenal yah,
Dedhy Kasamuddin

aditkus - Mei 10, 2010

salam kenal juga mas, semoga bermanfaat

2. darahbiroe - Mei 11, 2010

hehehe
gak cuman itu sob
sekarang hampir smua lahan mo dibuat mall dan gedung pencakar langit😀

aditkus - Mei 11, 2010

besok bisa-bisa kita makan beton


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: