jump to navigation

Focus Grup Discusion, Sebuah Pengalaman Berharga Juni 29, 2010

Posted by aditkus in Daily Life.
trackback

Mungkin dari banyak pencari kerja termasuk saya sudah pernah mengikuti test berupa Grup diskusi. Biasanya pelamar yang sudah tes sebelumnya di tempatnya di suatu ruangan bersama dengan perserta lainya dan disimulasikan menghadapi suatu kasus yang nanti harus dipecahkan. Disini penilaian sangat subjektif sekali tidak ada ukuran yang pasti walaupun nantinya yang penguji diberikan suatu panduan untuk menilai namun tetap saja ini penilaian secara kualitatif yang pengukuranya tergantung manusia. Berkaitan dengan hal ini baru saja aku mengikuti tes penerimaan peagawai baru sebuah bank syariah ternama di Indonesia dan gagal di test ini, dari tes tersebut dapat aku ambil beberapa kesimpulan:

Berusaha secepat mungkin untuk membaca studi kasus yang diberikan.

  1. Segera tuliskan jawaban anda atau pendapat kamu di kertas yanng sudah dituliskan oleh penguji dan usahakan setengah halaman terisi.
  2. Anda tidak perlu jadi pemimpin dalam diskusi tersebut karena yang dibutuhkan adalah keaktifian anda dan bawa forum tersebut kearah yang anda mau tapi jangan sampai memaksa karena ini akan dinilai negatif oleh penguji.
  3. Isinya yang anda kemukakan tidak perlu yang berbobot sekali, bukan berarti anda hanya perlu sesekali saja berbicara. Yang ditekankan disini adalah keaktivan anda kalo perlu sanggah peserta yang lain walaupun sebenarnya anda setuju dengan pendapatnya dan tentunya tidak bisa asal bcara saja.
  4. Baca studi kasus itu dengan cepat…pat..pat

Pengalaman memang guru yang berharga, ini test FGD buat ku yg pertama. Saat diruang itu aku lihat mata-mata pelamar yang lain sorot matanya seperti kelaparan dan siap menerkam dan memang pas saat penguji bilang silahkan mulai orang-orang tersebut langsung berbicara panjang lebar seakan tidak mau memberikan kesempatan buat yang lain. Aku sendiri agak sedikit tergelitik dengan pendapat mereka karena memang waktu itu kasus yang diberikan dibidangku dan bodohnya aku sendiri kalah “bacot sama mereka”. dan sepertinya mereka-mereka itu jam terbang bicaranya udah tinggi. Yah apa mau dikata membaca saja waktu itu susah apalagi disuruh ngomong, belum lagi aku selesei untuk berpikir dan menyusun tulisan yang harus aku kemukakan yang lain udah bicara saja dan yang bikin kaget udah ada yang bikin hitung-hitungan biaya juaga (yang ini aje gile). Intinya perlu berpikir cepat dan bergerak cepat kuasai bidang perusahaan yang akan dilamar karena kasusnya ga jauh-jauh amat, semisal bila  melamar di Bank studi kasusnya juga mengenai bank. Semoga dilain kesempatan aku berhasil..amieen.

Komentar»

1. Tips Membuat Surat Lamaran Pekerjaan yang Menjual #part 2 « AditKus Cas Cis Cus - Desember 27, 2010

[…] Focus Grup Discusion, Sebuah Pengalaman Berharga […]

2. Tips Membuat Surat Lamaran yang Menjual #part3 « AditKus Cas Cis Cus - Januari 27, 2011

[…] Focus Grup Discusion, Sebuah Pengalaman Berharga […]

3. Tips Membuat Surat Lamaran Pekerjaan yang Menjual #part 2 « Info Karir dan Lowongan Pekerjaan - Februari 6, 2011

[…] Focus Grup Discusion, Sebuah Pengalaman Berharga […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: