jump to navigation

Batu Bara Langka, Pemadaman Bergilir Dimulai Juli 2, 2010

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags: , ,
trackback

Pemadaman listrik meruapakan hal yang biasa terjadi di Banjarmasin dan sekitarnya, dalam seminggu kami bisa merasakan  2 sampe 3 kali pemadaman. Pemadaman lsitrik bergilir ini sudah sejak lama, alasanya selalu sama yaitu kurangnya pasokan listrik dari pembangkit listrik milik PLN. Sepertinya sebanyak apapun pembangkit listrik yang dibangun tidak mampu untuk mencukupi pasokan listrik di tempat kelahiranku, bukan hanya di kalimantan tentunya bisa kita dengar di daerah non pulau jawa dan bali sering mengalami pemadaman listrik begiliriini.

Pasokan listrik di Banjarmasin dan sekitarnya khususnya kalimantan selatan sangat bergantung sekali dengan PLTA  yang mengandalkan air dari bendungan Pangeran Moh. Noor. Namun sayang debit air sering tidak mencukupi untuk menggerakan turbin apalagi dikala musim kemarau, aneh bukan? Dulu disekitar bendungan tersebut merupakan hutan namun sekarang sudah gundul sehingga kemampuan tanah untuk menahan air berkurang dan hasilnya ada daerah  yang dulunya tidak pernah kebanjiran dan menjadi langganan banjir tiap tahun. selain PLTA ada juga PLTU, namun sayang tidak bisa diharapkan juga kenapa? Karena bahan bakar utamanya adalah batubara dan hampir seluruh batu bara di bawa keluar kalimantan dan tidak tersisa untuk keperluan pembangkit listrik. Pengusaha batu bara lebih suka menjual batubara ke luar daripada digunakan untuk kepentingan daerah dan ini sudah berlangsung lama. Masyarakat hanya mendapatkan sisanya atau dampaknya saja, lingkungan hidup menjadi rusak tanpa ada tanggung jawab dari pihak perusahaan kalaupun ada Corporate Responsibility nya kecil dan banyak hal lain yang merugikan masyarakat. Contohnya dari tempat penambangan batu bara ke tempat penampungan biasanya truk-truk pengangkut melewati jalan negara dan tidak jarang mereka kebut-kebutan untuk kejar setoran dan banyak kecelakaan lalu lintas akibat ulah para sopir ini.

Entah kenapa hampir semua sumber daya di kalimanntan sudah dikeruk namun kesejahteraan masyarakat tidak banyak berubah malah banyak dirugikan. Hanya segelintir orang saja yang menikmatinya selebihnya Cuma jadi penonton. Masalah batu bara menjadi krusial di kalimantan, dikala daerah sangat membutuhkan emas hitam ini untuk bahan bakar pembangkit listrik pihak pengusaha lebih senang menjualnya keluar daerah karena harganya lebih tinggi daripada dijual untuk pembanagkit listrik. Lihat saja akibatnya listrik menjadi sering pemadaman, para pejabat birokrat di daerah ini juga tidak ada yanng mengambil tindakan seakan membiarkan masalah ini terus terjadi. Apakah mungkin sudah disuap oleh  oleh para pengusaha agar tidak mempermasalahkan ini dan  Para bupati atau gubernur  bisa jadi beckingannya para pengusaha batubara agar dapat melenggang memenangkan pilkada dengan syarat agar usaha mereka tidak usah di ganggu gugat keberadaaanya dan kepentingan rakyat banyak dikorbankan. Sebuah ironi bagi daerah yang punya kekayaan melimpah namun tidak dapat menikmatinya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: