jump to navigation

Antara Realitas dan Harapan Desember 29, 2010

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags:
trackback

Bingung itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Kenapa bingung? Karena sudah ada kejelasan statusku sekarang dan diterima di salah satu perusahaan alias bukan jobseeker lagi. Masih dalam suasana bingung karena apa yang kita harapkan tidak tercapai, ada beberapa orang terdekat termasuk orang tua mengusulkan lebih baik ambil saja pekerjaan ini walaupun sebenarnya tidak niat untuk yang satu ini. Itulah realitas, seorang jobseeker yang mempunyai idealisme seperti aditkus. Dikala pekerjaan yang diidam-idamkan tak kunjung memberi kepastian dilain tempat sudah ada yang mengajukan kontrak kerja. Hati ini memang masih ragu untuk berangkat tanda tangan kontra, ya loh padahal tinggal datang dan tanda tangan dan semua urusan selesai.

Inilah sulitnnya bila seorang seperti saya masih memegang teguh idealisme. Sebenarnya idealisme ini muncul bukan serta merta, butuh proses waktu yang panjang dan didukung dengan keadaan. Kenapa ? saya mencoba mendaftar di bank Konvensional tidak ada yang tembus dan baru daftar di 2 bank Syariah hasilnya sampai sekarang tesnya sudah cukup lumayan jauh. Ini lah yang membuat saya begitu berharap dan bersemangat dapat diterima di bank syariah ditambah lagi dari dulu memang ingin belajar perekonomian syariah namun tidak kesampaian pada saat kuliah sehingga saya melihat ini sebuah kesempatan yang besar jangan sampai disia-siakan.

Layaknya seorang joobseeker pada umunya, maka saya pun melamar kemana-mana hingga suatu waktu kampus mengadakan jobfair yang memang rutin diadakan. Saat itu hanya 4 perusahaan yang saya lamar karena saya tahu nantinya akan banyak bentrok tesnya kalau terlalu banyak melamar. Dari empat tadi yang dipanggil tes sudah 2 namun karena bentrok akhirnya salah satu saja yang tenya saya ikuti. Kali ini nasib saya mujur, tembus sampai Jakarta dan dan tinggal tanda tangan kontrak di perusahaan x. Namun ini diluar prediksi, bank Syariah yang diharapkan belum juga mengeluarkan pengumuman hingga saya batas waktu tanda tangan kontrak di perusahaan x. Di sinilah sumber kebimbangan memuncak dilain pihak saya ingin sekali belajar sekaligus bekerja di banak Syariah namun dilain pihak saya sudah diterima kerja di tempat. Saya coba menghubungi teman-teman yang sempat bersama saya tes di bank syariah, apakah sudah ada kejelasan dan ternyata hasilnya sama saja belum ada pengumuman.

Dengan berat hati saya melepaskan kesempatan didepan mata, karena memang saya sebenarnya belum sepenuhnya berniat untuk bekerja di perusahn x tadi, daripada nanti ditengah jalan keluar dan harus membayar denda lebih baik saya katakan tidak dari awal. Sikap saya ini bisa dibilang opportunitis ditengah banyakanya orang yang sedang mencari pekerjaan saya malah melepaskan kesempatan. Resiko tentunya ada, saya kini berstatus pengangguran kemabli entah kapan. Mungkin lain waktu ini tidak akan saya lakukan lagi cukup sekali dan kali ini saja Gambling atas sesuatu yang belum jelas kepastiannya. Saya harap nantinya akan datangnya kesempatan kedua yang lebih baik dari ini.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: