jump to navigation

Daripada Nganggur Mending Mengaudit Koperasi #part 2 Februari 11, 2011

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags: , ,
trackback

Hari kedua

Hari kedua ceritanya kita masih melanjutkan kerjaan hari sebelumnya, aku dan Bina sibuk sama kerjaan kemarin yang belum kelar + wawancara sama karyawan lagi. Ima sibuk sama sesuatu yang kami berdua ga paham, yang jelas dia dari awal bilang “Ica ini kok ga nge ke I aku Ongko ne, trus piye aku nggarape?”-àtranslate”ica ini kok ga ngasih angka, trus gimana aku kerja?”. Masalah Ima cuman satu, yaitu angka alias laporan yang mau diaudit belum ada! Dia selain membuat perencanaan juga yang bagian kuantitatif dalam audit ini.

Dari wawancara kami dapati fakta kalo koperasi ini ga pernah melakukan pembukuan cuman make istilah bukti kas masuk dan bukti kas keluar, hadooohh pusing kita! Trus timbul pertanyaan kami ini sebenarnya mengaudit mana sih? Hasil kerjaan si Ica cs atau audit koperasinya? Seperti yang sudah dijelasin sebelumnya Ica yang membuat laporan keuangan namun kami yang mengaudit. Asumsi kami jadinya koperasi ini sudah melakukan pembukuan, namun tidak berarti berhenti disitu saja. Audit yang kami lakukan tidak sebatas hal-hal kuantitatif laporan keuangan namun juga yang bersifat kualitatif seperti apakah mereka menjalan internal kontrol dengan baik, cara mereka memperlakukan dokumen atau bagaimana mereka melakukan pencatatan apakah sudah benar apa belum nah dari sini nanti kami baru bisa menentukan resiko auditnya dan memperkirakan akan melakukan subtantif dibagian mana. Semua serba amburadul disana, yang aku bingung koperasi yang karyawannya hanya 4 orang itu dapat pinjeman kredit dari mana-mana yang jumlahnya ga sedikit. Wuuiihh hebat toh dan bank percaya-percaya aja. Lebih hebat lagi ketika aku tanyain apakah  mereka udah ngurus pajak? Mereka bilangnya ga ngerti, initinya mereka ga pernah menyampaikan SPT dan setor pajak namun Surat Tagihan Pajak  sebesar 100 jutaan lebih udah keluar dari kantor pajak udah ada ha2x….busyett.

Daripada berlarut-larut, akhirnya Ima memutuskan stok opname di minimarket  (salah satu unit usaha koperasi). Kita datang disambut oleh senyum kecut yang jaga, 2 orang cewek satu oran cowok. Yang tidak begitu kooperatif yang cowok, kita tanya ini dijawab ga bisa kita begitu juga ga bisa hadohh muter aja. Kita minta daftar stok barangnya ada aja alesan ngeless . Tapi dipikir-pikir masuk akal juga alasanya soalnya hari itu tokonya bakalan ada barang masuk lagi dari supplier jadi mereka rada uring-uringan ngeladenin kita bertiga.

Pas lagi kita asik-asiknya stok opname, datanglah mobil supplier dan buyarlah semua kerjaan  kita. Gimana ga buyar data stok yang kita pegang ya berubah semua, ya sudah akhirnya kita berhenti saja sambil nungguin data stoknya kelar di print. Kita balik ke koperasi dan melaporkan kejadian yang kurang “mengenak” tadi sama karyawan karyawan, dan tahu apa yang mereka bilang. Yang Jaga emang resek dari sononya!!!

Hari ketiga

Dress code udah nyantai banget kita bertiga udah hampir kayak anak kuliahan (dikampusku) gitu stylenya,celana jeans dan atasan berkerah (aku tetep make  kemeja, agak formal dikit).  Hari ketiga ini pula laporan keuangan belum selesai dibuat oleh Ica cs, Ima tambah uring-uringan. Ima emang ga lama-lama di Surabaya, dia disini hanya untuk liburan menemani ortunya. Sebenarnya dia anak Surabaya namun sekarang sudah pindah ke Bekasi. Hari sabtu dia akan balik, nah dia berharap sebelum dia balik udah dapat laporan keuangan supaya pekerjaan inti dapat dibagi dan mentransfer ilmu ke aku dan Bina yang notabene masih newbie dalam dunia perauditan.

Hari ini juga kami melakukan cash account, ini udah masuk menu utama audit untuk mengechek kontrol koperasi. Semua uang kas dari semua unit usaha yang ada sekarang kami hitung, semisal mereka punya uang 100.000 ada berapa lembar lalu 50.000 ada berapa dan seterusnya. Setelah selesai cash account, stok opaname yang kemaren gagal ulang lagi dari awal hari ini. Walaupun cuman hanya sebuah mini market yang kecil (udah mini kecil lagi) persediaan barang dagangnya 1800 an item kita bertiga yang nyetok yah capek dehh. Dari jam 12 sampe jam 2 an belum kelar juga, kita nyerah deh akhirnya, cuman dapat 300 item yang di chek (itupun lompat-lompat). Hari ini kerjaannya GeJe banget dah.

Hari keempat

Kali ini kami bertiga tidak berkantor di koperasi berhubung hari itu hari libur nasional dan terpaksa berkerja di rumahnya Ica. Lebih tepatnya berkantor dirumah Ica (rumah sekaligus kantor menurut yg punya) karena kami disana kerja bukan untuk main-main. Kami bertiga udah janjian untuk meneruskan  pekerjaan di rumah Ica, kenapa di rumah ica? Karena e karena semua data yang kami butuhkan ada di dia semua.

Jam 10 aku udah datang kerumah, pas aku datang Ica sedang tidak ada. Seperti layaknya sorang tamu maka saya mengucapkan permisi didepan gerbang lalu datanglah sorang wanita paruh baya yang kemudia saya baru tahu itu suster yang merawat mbahnya Ica  dan sekaligus bantu-bantu dirumah sana (bukan babu lho ya).

“Icanya ada?” tanya ku

“Icanya lagi keluar, coba sms en dulu ya” jawab si suster pasang tamang datar

Nah disini aku bingung, at least disuruh duduk dulu kek di teras sambil nunggu Ica atau gima, ni orang dengan tampang santainya langsung ngeloyor masuk dalam rumah. Bete kan jadinya, padahal aku kesana buat nyelesaiin kerjaan. Ya sudah  daripada berlarut-larut aku ke kampus aja nungguin ladies (Bina dan Ima) datang. Sekitar jam 11, Bina Sms klo dia udah datang nyampe di rumah sana dan akupun meluncur ke “kantor”

Seharian kerjaan kita masih GeJe juga…hadeehhhh Ima keburu berangkat dan dia belum transfer ilmu ke anak buahnya, macam mana nasib kerjaan ini dipegang sama orang baru.

Hari kelima

Hari kelima masih sama GeJenya seperti hari-hari sebelumnya, tapi kali ini aku dapat kerjaan buat bikin penyusutan aset tetap yang dbeli tahun 2010 dan rekap barang dagang toko koerasi. Cukup dua kerjaan bikin aku bingung tujuh keliling garapnya. Oh ya kami berkantor di rumah ica berhubung Hari itu adalah harpitnas jadi koperasinya libur. Laporan keuangan pun belum kelar hari ini dan kami pun jadi pengangguran terselubung.

Ada satu kesamaan antara akuntan internal dan auditornya, kita sama-sama susah menjelaskan ke karyawan koperasi istilah-istilah akuntansi. Wajar sih soalnya ga ada dari mereka yang kerja di koperasi punya latar belakang akuntansi walaupun hanya lulusan SMEA.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: