jump to navigation

Melancarkan Rezeki yang Seret dengan Istighfar Februari 17, 2011

Posted by aditkus in Contemplation.
Tags:
trackback

Suatu ketika, Imam Hasan Al-Bashari sedang duduk di dalam Masjid bersama para sahabatnya. Kemudian, datang seorang laki-laki menghampiri Hasan Al Bashri.

“Wahai Imam Hasan, hujan belum juga turun sehingga tanaman di ladangku hampir mengering. Apa yang harus aku lakukan?” keluh laki-laki itu.

“Perbanyaklah istighfar kepada Allah”, nasihat Hasan Al-Bashri.

Tidak lama berselang, datang lagi seorang ke mesjid dan menghampiri Hasan Al-Bashri.

“Saya sedang tertimpa kemiskinan yang parah,” keluh orang itu.

“Perbanyaklah istighfar kepada Allah”, nasihat Imam Hasan.

Datang lagi orang yang berbeda dan mengadudkan keluh kesahnya, “Wahai Imam Hasan, Istriku mandul.”

“Perbanyaklah istighfar kepada Allah,” nasihat Hasan Al-Bashri dengan jawaban yang sama.

Kemudian, datang lagi seorang menghampiri Hasan AL-Bashri dan mengadukan masalah, “Bumi tidak lagi menghasilkan hasil panen yang bagus.”

Sekali lagi Hasan Al-Bashri menasihatkan, “Perbanyaklah istighfar kepada Allah.”

Para sahabat Hasan Al-Bashri bingung dengan sikap rekanya itu, lalu mereka bertanya kepada sang Imam. “Mengapa setiap kali ada orang yang datang kepadamu mengadukan masalahnya, engkau selalu menasihatkan agar memperbanyak istighfar kepada Allah?”

Hasan Al-Bashri menjawab, “Tidakkah kalian membaca firman Allah dalam Surah Nuh ayat 10-12.”

“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS Nuh [71]:10-12).

……………………………..

Suatu ketika, Sayyidina Ali Bin Abi Thalib didatangi oleh seorang Aarab Badwi. Ia mengadukan kesulitan  hidupnya kepada Sayyidina Ali. Kemudian, Sayyidina Ali menyuruh agar orang Arab Badwi itu memperbanyak istighfar. Sayyidina Ali membacakan surah Nuh ayat 10-12 tersebut.

“Sungguh, aku telah banyak beristighfar kepada Allah. Namun rezeki aku seakan tetap seret,” protes si Arab badwi.

Saat itu, Sayyidina Ali telah menjabat sebagai khalifah menggantikan Syyidina utsman bin Affan sehingga beliau mendapatkan panggilan Amirul Mukminin.

Kemudian, Sayyidina Ali mengajarkan cara beristighfar yang baik kepada orang Arab Badwi itu. Akhirnya, orang Arab Badwi itu pulang ke kampungnya dengan tekad membara memperbaiki taraf hidupnya.

Setahun kemudian, ia berhasil menemui Sayyidina Ali atas nasihatnya. Kini, Si Arab badwi itu telah hidup berkecukupan, bahkan lebih dari cukup.

 

Dari dua kisah tersebut memberikan pelajaran berharga pada kita, yaitu orang yang telah mendapatkan pengampunan Allah, akan mendapatkan kemudahan dalam segala urusannya. Allah akan membukakan pintu rezeki baginya dari segala penjuru. Jika Allah telah membukakan pintu rezeki dari segala arah, mash mungkinkah rezeki kita terhambat? Tentunya tidak! Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar. Selebihnya, Allah yang akan mengurus. Dengan istighfar jemputlah rezeki tidak disangka-sangka dengan memperbanyak. Selain dapat menghapus dosa, istighfar juga akan melancarkan rezeki. Saluran rezeki yang tersumbat akan lancar kembali dengan istighfar. Sungguh, istighfar mampu membersihkan “kotoran-kotoran” yang menyumbat saluran rezeki.

Sumber : GAPTEK Gampang Praktek: Menjemput Rezeki Tak Disangka

 

Komentar»

1. Kendro - Agustus 5, 2011

Bagaimanakah cara istighfar yg baik yg diajarkan Sayidina Ali kpd orang Arab Badwi?

aditkus - Agustus 24, 2011

Maaf saya tidak menumukan literaturnya, Dan salah saya juga tidak mencantumkan sumber tulisan saya…,,

2. hendrix saputra - Februari 22, 2013

Sippp lah … Matur nuwun

3. REBON ISKANDAR - November 19, 2013

gan…istigfar yg baik yg gimana ?

4. Nyono - Maret 27, 2014

Gan Mohon Petunjuk Istifar Yg Baik Gmn,

5. susi - Juli 28, 2014

insyaallah akan saya praktekan,smoga ad hasilny..amien.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: