jump to navigation

Ketika Bunga Curhat: Aku Masih Sayang #part 3 Maret 3, 2011

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags:
trackback

Yang namanya temen dia juga tanya keadaanku gimana pas sambil makan, yah aku jelasin aku masih dalam proses pencarian baik itu cita dan cinta (cieelah). Aku sih bilang aja naksir seorang gadis namun hubugan hanyalah sebatas teman (sekarang gantian aku yang curhat ke Bunga). Dia juga sempet tanya tipe cewek apa yang aku suka dan bla bla bla. Sekarang aku gantiian di ceramahin, dia bilang sih aku ga usah milih-milih kerjaan jangan terlalu saklek. Yah dia pun udah orang yang kesekian yang bilang begitu….silahkan baca dipost sebelumnya kenapa aku masih bertahan seperti ini.

Balik lagi ke Bunga, selain bermasalah dengan cowok dia juga punya masalah dengan salah seorang temen cewek. Bunga punya selera yang ga bisa ditawar. Kalo Bunga pengen dapat cowok Ganteng, Kaya, Pintar, dan soleh, ini harus terlaksana katanya. Temennya si Melati (bukan nama sebenarnya) ga kalah aneh, cuman mau sama cowok dari TNI/POLRI yang berpangkat perwira keatas…ga aneh sih cuman susah nyarinya (dari sudut penilaiku dia bukan tipe yang dicari kebanyakan anak-anak perwira TNI/POLRI). Nah urusan kejar-mengejar mas-mas perwira ini Bunga dimintakan tolong. Bunga pun mempromosikan teman-teman semasa SMA kami. Sayang gayung tak bersambut,  Melati udah pernah ngejar beberapa temenku yang bedinas dia AD dan AL namun sayang temen-temenku itu udah punya gebetan. Kalau anak akademi TNI umumnya udah punya gebetan sejak masih pendidikan namun kadangpun masih ada yang jomblo sampai lulus tapi itupun ga bertahan lama soalnya para perwira lulusan akademi TNI ini haus kasih sayang wanita jadi jarang yang betah berlama-lama jomblo. Umumnya cewek bakalan pada nyantol kalau ada cowok sejenis mereka yang PDKT, ya secara mereka kan terlihat gagah dengan seragam mereka. Tapi ada juga lho temenku yang ga suka sama cowok yang berseragam, dan udah 2 orang aku temuin. Melati punya  semboyan yang tak kalah ganas dari para lelaki yang cintanya bertepuk sebelah tangan ” Selama janur kuning belum melengkung Cewek itu milik umum” nah kalo si Melati ini  “Selama pedang pora belum berjajar bedilmu milik umum”

Aku pun bertanya ke bunga soal kriteria cowoknya, apakah akan  menjamin kebahagian hidup? Dia sih enteng aja menjawab dengan kriteria seperti itu “Aku akan bahagia dan ini masalah pasangan hidup yang dibawa sampai mati ga kayak kamu yang saklek sama kerjaan”. Yang ada di pikiran dia dan aku bertolak belakang. Dia cerita dia pernah juga dia suka sama anaknya penjual tukang bakso, baksonya laris anaknya pinter tapi berhubung ga ganteng hubungan mereka pun kandas….bingung aku dengernya. Si Bunga dulu pernah nyantol sama anak akuntansi teman seangkatan sama aku dan udah pdkt segala sayangnya si cowok belum katakan cinta. Mereka kenal pas ospek bareng dan hal-hal romantis terjadi diantara mereka berdua, Bunga nyesal ga jadian sama dia, tau gini katanya mending dia yang nembak cowok itu duluan. Sekarang temanku itu yang disenangin Bunga udah kerja di salah satu bank Nasional berplat Merah dan sekarang masih dalam pendidikan. Dia bilang itu adalah penyesalan terbesar dalam hidup dia kenapa ga pacaran sama temenku itu dan malah sempat pacaran sama mantannya.

………………………………………………………………..

Paginya aku bangun masih rada ngantuk gara-gara semalam, masih terngiang-ngiang pembicaraanku dengan bunga hingga larut malam di stasiun gubeng. Aku pulang sekitar jam 12 an, ditambah lagi badan kurang fit habis kena hujan sore dan siangnya pas mau ke klien. Hari ini aku ga pergi ke klien tapi ke kantor, partner kerjaku Bina sms kalo dia udah ada disana.

Sesampainya di kantor aku langsung naik ke lantai dua, Bina sudah duduk manis di depan laptop. Yang aku sebut kantor disini hanyalah sebuah rumah yang lantai satunya dipakai buat tidur dan lantai duanya dipakai untuk kerja, ya begitulah penghuni dirumah ini menyebutnya sebagai kantor. Sebelum membuka laptopku aku sempat ngobrol dengan Bina, aku ceritakanlah kejadian tadi malam dan ternyata kaget juga si Bina.

“Sumpah Ga waras Cowoknya” dengan mimik yang serius “Ya begitulah Dit cewek, kami main perasaan. Kamu tahu filosofi 10 jari?” tanyanya kepadaku.

“Ehmm ga tau Bin”

“Gini Dit, ibaratkan kamu punya 10 jari untuk memutuskan sesuatu. Maka 9  jari digunakan nentuinnya dengan emosi dan 1 jari dengan logika. Cowok kebalikannya 9 jari digunakan untuk logika dan 1 jari untuk emosi”.

“Temenmu itu mungkin belum sampai levelnya 9 emosinya dipakai makanya dia terus-terusnya memaafkan mantannya coba kalo udah 1 kali aja logika dia dipakai pastinya tiada ampun untuk mantannya” sambung Bina. “Mau gimana juga rayuannya cewek ga bakalan mempan walaupun cowoknya sampai bersimpuh” Bina pun membandingkan dengan keadaanya dulu, dia pernah ngalamain situasi seperti yang Bunga alami.

Yah emang ga masuk akan katanya tapi itulah cewek, emosi bermain duluan daripada logika. Kalau sudah urusannya seperti ini, aku sebagai teman ga bisa banyak membantu hanyalah doa yang menyertai si Bunga. Buatku sih sepertinya Bunga masih berharap banyak dari mantanya itu, tapi ya begitu kelakukan si cowok ga karuan. Cuman ada dua pilihan bila memang hubungan masih tetap berlanjut pertama Bunga menerima segala macam keburukan si cowok,  tiap hari makan hati dan bertahan dengan keadaan  seperti itu. Atau yang kedua si cowok berubah total, tapi siapakah yang mampu merubah si cowok?? Allahualam

Susah kalo sudah terkenan namnya penyakit gejolak cinta. Sakit rasanya kalaupun  mau kesembuhan balik lagi ke diri masing-masing, bila memang ada kemauan kuat dari dalam Insyallah bisa. Aku sih bilang ini kategori penyakit hati juga soalnya ini menggerogoti kesucian hatimanusia dari dalam. Seperti hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud “Berobatlah, maka sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali Allah menyediakan baginya obat, kecuali satu penyakit, yaitu tua” Semoga dia diberi kesembuhan dari penyakit kasat mata ini Amiienn..

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: