jump to navigation

Polemik email komisi8@yahoo.com Mei 6, 2011

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags:
trackback

Masalah email anggota dewan akhir-akhir ini menjadi santer terdengar. Seperti yang diberitakan oleh media massa, kasus ini mencuat setelah komisi 8 DPR RI ketahuan “begonya” di hadapan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Australia dimana para anggota dewan tersebut melakukan tatap muka di Konjen RI di Canberra. Rombongan tersebut diketuai oleh Pak Abdullah Kardin dari Fraksi PKB, tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk studi banding mengenai masalah fakir miskin dan plularisme serta HAM di negeri kangguru. Yang menjadi permasalah disini  bagi PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia Australia) adalah komisi 8 datang disaat yang tidak tepat, yaitu pada saat anggota parelemen Ausiee sedang reses. Bila dilihat dari hal ini apa yang mau dipelajari, ditambah lagi buat apa belajar jauh-jauh ke Australia masalah pluralism dan HAM wong Australia itu Negara yang sangat menganaktirikan suku aslinya yaitu Aborigin dan itu sudah menjadi rahasia umum. Beberapa mahasiswa juga mempertanyakan kenapa anggiota dewan tidak mengunjungi north territory yang dimana merupakan basis kemiskinan di Ausiee, dan alasan anggota dewan adalah tidak mendapat sinyal-sinyal yang memperbolehkan mereka ke sana padahal beberapa mahasiswa disana ada yang khusus mempelajari tentang kemiskinan disana disana dan itu sangat didukung oleh pemerintah Australia. Ya ya alasan…

Puncak kekesalan masyarakat Indonesia sepertinya terakomodir oleh PPIA, para mahasiswa ini secara “elegan” mengerjai anggota DPR. Pertanyaan saat sesi Tanya jawab tidak banyak menyangkut pekerjaan yang dilakukan oleh komisi 8 namun lebih ke bersifat teknis. Seperti untuk apa melakukan kunjungan dikala anggota parlemen Australia sedang reses, kenapa tidak tatap muka via internet, bahkan yang bikin heboh adalah masalah email anggota dewan yang menjadi bahan lelucon di media masa.

Ini merupakan sudah kasus yang kesekian kalinya yang menimpa DPR dan menambah citra buruk DPR di mata masyarakat, Anggota DPR seakan-akan hanya menghamburkan uang pajak rakyat dan dipakai untuk ngelencer. Bisa kita lihat bersama apakah dari hasil studi banding DPR ke luar negeri mereka mampu menghasilkan suatu laporan yang komprehensif? Saya rasa tidak. Hasil kunjungan mereka tidak pernah dipublikasikan ke maysarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja mereka. Dana yang dialoksikan untuk studi banding ke Australia mencapai   hampir delapan ratus juta rupiah. Sebanarnya apa esensi dari studi banding mereka ini? Kalau bisa didapat melalui literature atau jaringan internet kenapa tidak toh biayanya lebih murah atau menggunakan para ahli dari Indonesia. Saya rasa Indonesia tidak kekurangan tenaga ahli dan tidak usahlah kunjungan studi banding dengan banyak orang cukup satu yang penting efisien. Apakah motif dibalik mereka studi banding? Saya rasa masyarakat awam pun sudah tau apa alasanya…..

*rombongan anggota dewan di spanyol sempat foto-foto di Santiago Barnebue markas Real Madrid, ngapain hayo?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: