jump to navigation

Belajar Fotografi dari yang Mudah dengan Basic Mode Desember 1, 2012

Posted by aditkus in My Photowork.
Tags: , ,
trackback

Basic mode adalah mode yang tepat bagi yang pertama kali baru mengenal kamera DSLR dan belajar fotografi. Cukup mudah, hanya tinggal putar thumb-wheel nya ke arah mode yang dinginkan. Bila ingin belajar fotografi dengan basic mode, langkah-langkah yang harus dilakukan setelah  kamera di dinyalakan adalah;

Pilih salah satu basic mode sesuai objek yang akan di foto yaitu: Auto, Flash Off, Portrait, Landscape, Sport, Close Up,  dan Night Portrait.

  • Arahkan lensa kamera Anda ke objek yang akan  difoto sambil melihat jendela di view finder untuk mengatur komposisi.
  • Fokuslah objek dengan cara menekan setengah tombol shutter.
  • Pada kondisi cahaya minim , lampu kilat  akan muncul secara otomatis saat anda menekan setengah  tobol shutter (pada mode auto). Jika menghendaki tanpa flash , arahkan ke mode flash off (petir coret)
  • Zona Mudah dan Zona Kreatif.

    Tombol Basic dan Creative Zone

    Atur kompisisi dan tekan penuh tombol shutter.  View finder pada kamera DSLR akan terlihat seperti bar/metering yang menunjukkan keadaan objek tersebut under exposure atau over exposure. Usahakan metering ini berada di tengah-tengah untuk mendapatkan pencahayaan yang pas. Di view finder menunjukkan shutter speed dan berapa iso yang digunakan dibagian bawah view finder atau bahasa Indonesia jendela pengintip. Disini dapat diketahu apakah under atau over  exposure dari bar/metering nya.

  • Hasil gambar dapat langsung dilihat pada layar LCD. Untuk melihat hasil semua pemotretan, tekan tombol preview

Pilihan  basic mode perlu disesuaikan dengan objek dan kondisi pemotretan. Tiap mode menghasilkan foto dengan karakteristik yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

  • Portrait, latar belakang tampak sedikit kabur (blur) sehingga objek tama dan jauhkan objek dari background.
  • Landscape, basic mode ini cocok untuk memotret pemandangan atau landscape. Gunakan lensa  wide angel untuk mencapai depth of field yang optimal.
  • Close up, dipakai untuk memotret objek kecil atau close up seperti serangga, bunga, dan detail benda lainnya. Anda bisa mendekatkan lensa ke  objek sampai jarak minimum fokus untuk mencapai hasil maksimal.
  • Sport, mode ini dipakai untuk memotret objek bergerak seperti olahraga, lalu lintas, dan objek lainnya yang bergerak agar  hasil gambar tidak kabur. Basic Mode ini juga bisa anda gunakan  untuk pemotretan  dari kendaraan saat anda dalam perjaalan. Biasanya pada basic mode ini semua terlihat tajam karena lensa akan kesulitan untuk fokus pada objek yang bergerak cepat.
  • Night portrait,  basic mode ini efktif  digunakan untuk memotret orang dengan cahaya minim atau pada malam hari di luar ruang. Flash akan menyala secara otomatis tetapi dengan speed aperture rendah sehingga image tampak natural.
  • Flash off, mode ini digunakan  jika anda menghendaki pemotretan tanpa flash dalam kondisi cahaya minim  agar hasilnya tampak natural, Dengan memilih Basic mode ini lampu flash tidak akan muncul meskipun kondisi pencahayaan kurang memadai.

Sumber: Your Guide to Good Photography oleh Rakhmat Supriyono

Komentar»

1. tips fotografi - Januari 11, 2013

akhirnya saya menemukan artikel yang kucari, terimakasih mas adit, ditunggu artikel-artikel fotografi selanjutnya
salam

2. Gembreng - April 10, 2013

Makasih infonya gan…

3. greenpeace1 - April 16, 2015

Nikon f3 dg lensa canon L?
https://greenpeacecar1.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: