jump to navigation

Kreasi Foto dengan Kreatif Mode DSLR Desember 21, 2012

Posted by aditkus in My Photowork.
Tags: , ,
trackback

Untuk membantu fotografer, di hampir semua kamera DSLR menyediakan kreatif mode yang bisa membantu dalam mengatur pencahayaan. Pada umumnya orang yang baru mengenal dan belajar fotografi agak sedikit kebingungan  saat memilih kreatif mode karena ada hal-hal yang perlu diperhatikan terutama adalah pengaturan cahaya (exposure) agar gambar tidak terlalu terang atau terlalu gelap. Sebaiknya semua mode pada creative zone yaitu: P (Programmed), S (Shutter priority) atau Tv (Time value), A (Apperture priority) dan M (Manual exposure) dipahami dengan baik sehingga mampu menghasilkan gambar yang diinginkan.

  • P=Mode Program

Bagi yang baru belajar fotografi, mode P merupakan opsi terbaik. Dengan kreatif mode ini, shutter speed dan aperture sudah diatur secara otomatis. Thumb-wheel dapat diputar-putar untuk mengubah  aperture dan kecepatan shutter sesuai efek yang anda inginkan. Contoh untuk memperlihatkan  gerak, putar kecepatan ke 1/30 (shutter speed menjadi lambat) dan aperture akan menyesuaikan. Jika ingin mengaburkan background, cukup memutar thumb-wheel ke aperture paling lebar (f 1,4; f 2,7; f 4-tiap lensa berbeda).

  • lensafotografi.com

    Fotografer dengan lensa super tele

    S/TV= Shutter priority

Di kreatif mode ini, kita menentukan berapa cepat shutter speed, lalu kamera menetukan  bukaan, dan ISO (bila Auto ISO aktif). Setting ini dipakai kalau kita ingin mendapatkan efek freeze (beku) atau efek motion (gerak).

Apabila kita set shutter speed tinggi seperti 1/640 detik, maka hasil foto orang atau benda yang sedang bergerak akan menjadi beku/tidak blur/tidak kabur. Sebaliknya, kalau kita memotret objek yang sedang bergerak dengan shutter speed/kecepatan rana 1/15 detik maka objek foto akan kelihatan bergoyang/blur/kabur. Teknik ini cocok untuk merekam gerakan air di pantai, gerakan air terjun ataupun merekam cahaya mobil yang lewat di malam hari. Seperti aperture, shutter speed juga mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

Bila kondisi cahaya terlalu gelap atau terang, maka kamera DSLR bisa gagal mencari nilai aperture yang sesuai. Solusi bila cahaya terlalu gelap, kita bisa menaikkan ISO atau memperlambat shutter speed. Bila cahaya terlalu terang, kita bisa menggunakan filter yang namanya Neutral Density (ND) untuk menghambat cahaya yang berlebihan masuk kamera.

  • A/Av= Aperture priority

Mode kreatif ke tiga adalah Aperture priority yang ditandai dengan A atau Av. Mode ini dipilih untuk menentukan ruang tajam (DoF) seluruhnya atau hanya bagian yag difokus saja yang tajam. Setelah anda menentukan  aperture  atau bukaan, kamera akan mengatur kecepatan shutter secara otomatis.

  • M=Manual Exposure

Pilihan terakhir adalah kreatif mode manual atau M. Sebelum menggunakan Mode Manual ada baik anda memahami creative zone selain manual agar nantinya saat menggunakan kreatif mode ini tidak bingung. Saran Saya saat belajar fotografi belajarlah dari yang mudah-mudah dulu, tidak rumit sehingga akan mempercepat dalam pembelajaran.  Dalam mode M penggunaan eksposure sepenuhnya dilakukan oleh pemotret. Anda harus mengatur sendiri aperture dan kecepatan shutter, oleh karena itu pemotret harus benar-benar paham apa itu aperture, shutter speed, dan Iso. Kamera akan memandu anda mengatur pencahayaan lewat indicator light meter kamera.

Sumber:

Rakhmat Supriyono , Your Guide to Good Photography

http://www.infofotografi.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: