jump to navigation

Ketika Kere Melanda Desember 29, 2014

Posted by aditkus in Daily Life.
add a comment

Udah lama ga ngeblog dimari sejak sibuk di blog yang 2 lainnya, Apa kabar my blog? semoga baik-baik saja dan sehat selalu ha2x…

Sekarang udah ganti status bukan jomblo lagi tapi beranak 1, pas tulisan ini dibuat umur anak 1 bulan 8 hari dengan jenis kelamin laki-laki alhamdulillah. Kata mommy nya sih ganteng anak ku, btw namanya Ichiro Zayyan Aditiya. Nanti di certain di sesi lain, sekarang cerita soal kere mengkere yang jadi penyakit sebagian umat manusia di beberapa belahan dunia.

Kere alias alias tak berduit, itulah kondisi yang aku alamin sementara ini (ingat cuma semenatara, ga seterusnya). Iya bagaimana kere ini bisa melanda, ini juga aku gagal paham. Untuk ukuran orang yang udah kerja di salah satu bank plat merah kudunya ini ga terjadi (menurutku) berebeda kalau sekitar  tahun lalu dengan status mahasiswa perantauan yang kere ini udah jadi makanan sehari-hari. Nah ini udah gaji lumayan tapi ya kok ya kere juga….

Jujur saja tahun ini 2014 merupakan tahun yang amazing buat ku, bayangkan saja tahun ini aku nikah pas bulan Januari. Rumah selesai bulan maret dan langsung ditempatin (belinya oktober 2013), ngadain acara resepsi nikahan 2 kali di tempat berbeda di kota yang berbeda. Lanjut honey moon ke lombok dengan biaya yang tidak sedikit (atas permintaan istri) dengan alasan sekali sumur hidup. Trus anak lahir pada bulan November, bayangkan saja seretan kondisi ini terjadi pada satu tahun yang sama yaitu 2014. OMG, jujur tahun ini keuangan amburadul (istri jadi Ibu RT saja).

Yang berlalu biarlah berlalu, penyesalan tidak akan memberi manfaat tapi harus memetik hikmahnya…..cuma ya itu skrg kere abizzzz

Klo dulu kondangan jelas sudah aku ngasih amplopan buat yang punya acara, dengan sombongnya aku selipin kartu namaku di amplo tersebut….noohhh biar dia tahu sapa yang ngasih he2x….tentunya jumlahnya lumayan. Untuk sekarang ini karena dengan alasan penghematan, aku kalau ngasih angpau ga naruh kartu nama, bahkan ga membubuhkan nama di amplop….biar saja ha2x…kalau ditanya kenapa g nulis nama alasan ” kalau ngasih orang jangan sampai orang lain tahu” ngeless yang mantap deh, padahal emang lagi ya begitu deh ha2x..

Iklan

Riam Kanan Februari 24, 2012

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags: , , ,
add a comment

Riam kanan merupakan sebuah waduk buatan di kabupaten Martapura (1 jam perjalanan dari Banjarmasin), Kalimantan Selatan. Waduk ini pula sebagai sumber listrik bagi PLTA Riam Kanan. Waduk ini atau kebanyakan orang sini menyebutnya sebagian danau Riam Kanan dulunya adalah   9 desa lalu dijadikan waduk buatan dimana penduduknya sendiri pindah tidak jauh dari lokasi danau dan beberapa desa hanya pindah ketempat yang lebih tinggi. Aku bersama teman-teman berkesempatan mengunjungi tempat ini dan bertepatan dengan musim hujan di Kal-Sel sehingga debit air di danau tinggi. Danau ini juga digunakan sebagai sumber irigasi bagi para petani di daerah Martapura yang juga lumbung padi Di Kal-Sel. Bisa dibayangkan betapa luasnya danau ini dari 9 desa dijadikan satu buah waduk buatan.

Riam Kanan

Riam Kanan

(lebih…)

Mandiangin Februari 24, 2012

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags: , , , ,
add a comment


Akhir bulan Januari dan awal Februari aku berkesempatan berjalan-jalan di sekitaran kota Martapura bersama beberapa teman kantor. Objek wisata yang kami kunjungi adalah Air terjun Mandiangin (lebih tepatnya mata air, soalnya aliaran kecil) dan bendungan riam kanan. Untuk daerah mandiangin okelah sepanjang perjalanan aku masih liat pohon lebat namun setelah agak jauh dan terlihat perbukitan ternyata hampir semua gundul, mungkin ini yang membuat air di air terjun debitnya kecil sekali..

Mandiangin

Bisa dilihat di foto atas, backgroundnya dengan bukit yang gundul…..

(lebih…)

Ga Jauh-Jauh dari akuntansi Agustus 24, 2011

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags: ,
1 comment so far

“ Pilih mana, Jadi RO atau jadi Analisis kredit?” Tanya salah satu dari dua orang interviewer yang duduk di depanku.

 “Sesuai dengan background  sebagai lulusan akuntansi. Saya lebih memilih yang berbau analisis saja Pak biar nyambung dengan latar pendidikan”. Jawabku dengan pede padahal ga ngerti itu RO dan analisis kredit itu apa.

2 bulan kemudian aku dinyatakan diterima kerja untuk posisi analis kredit.

…………………………………………..

Pastinya sudah jadi rahasia umum di Indonesia kalau sudah terjun ke dunia kerja sering jauh dari background pendidikan. Ambil contohlah  alumnus salah satu institut yang  katanya pertanian  banyak yang kerja di perbankan, banyak sarjana teknik yang jadi sales dan masih banyak lagi. Akupun pertama kalinya berpikir seperti itu, setelah lulus aku mencoba melamar posisi yang bukan backgroud pendidikan salah satunya melamar menjadi marketing di salah satu anak perusahaan Telkom. Usaha ku yang pertama ini gagal, Oke lah ga apa-apa masih ada kesempatan yang lain. Dilain kesempatan aku mencoba melamar di posisi yang berbeda di perusahaan produsen makanan dan minuman, kali ini di posisi sales dan ini pun gagal juga. Kalau dihitung-hitung aku sudah masukin lamaran ke 50 perusahaan yang berbeda dengan berbagai macam jenis industri. Salah satunya di Bank plat merah, buru-buru ikutan tes tulis baru saja naruh lamaran trus pengumuman siapa saja yang berhak ikut tes awal namaku tidak ada dilist. Kata temen-temen sih tes scanning wajah dan kecakepan. Pernah juga ikut tesnya MODP bank Syariah, 2 kali di bank yang berbeda  dan hasilnya gagal maning yang terakhir di salah satu anak perusahaannya pertamina dan seperti biasa gagal di interview (kali ini lamar posisi akuntansi)….ya sudah lah belum jodahnya pikirku. Aku memang ga niat untuk kerja sesuai latar belakang pendidikan, pengenya sih nyari penagalaman yang baru. Aku sendiri dengar dari beberapa teman yang senior, banyak dari ilmu yang dipelajari sewaktu kuliah hampir-hampir tidak terpakai saat bekerja. Hanya dibidang-bidang tertentu saja yang sifatnya profesi seperti kedokteran, apoteker, dan akuntan yang benar-benar terpakai. Kalau pun boleh jujur kenapa aku mencoba mencari pekerjaan Non akuntansi padahal aku sendiri backgroundnya akuntansi, itu karena disebabkan aku ga pede sama ilmu yang aku kuasai. Coba deh tanyain soal atau konsep akuntasi yang simpel-simpel aja pasti lupa (lebih…)

Dengan Customer Driven, Perbankan Indonesia Bisa 100% Syariah. Agustus 1, 2011

Posted by aditkus in Daily Life.
Tags: ,
add a comment

Baru-baru ini aku mendapat pelajaran tentang customer driven dikelas, yang jelas ga jauh-jauh dari industri perbankan. Apa itu customer driven? Customer driven secara simple merupakan suatu strategy memasarkan dan menjual produk atau jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Era bisinis sekarang sebuah perusahaan  tidak dapat lagi memaksakan produknya ke konsumen (product driven), konseumen semakin kritis dan lebih memilih barang/jasa yang sekiranya diperlukan saja. Lalu apa hubunganya dengan perbankan syariah? Oke izinkan mengupas untuk mengupas opiniku satu persatu.

Seperti yang kita ketahui krisis 1998 telah membawa dampak yang amat besar pada system keuangan negara ini salah satunya perbankan. Satu persatu bank konvensional rontok, bank-bank yang masih mampu berdiri sendiripun oleng dan banyak yang mendapat BLBI serta tidak sedikit yang bangkrut atau harus melakukan merger. Salah satu bank yang mampu bertahan dari krisis adalah bank Muamalat yang merupakan bank Syariah pertama di Indonesia dan satu-satunya kala itu. Munculnya bank Syariah di Indonesia sendiri terbilang telat, Muamalat sendiri berdiri tahun 1992 padahal Negara-negara OKI sudah mulai mendirikan bank syariah sejak tahun 1970 an. Ini menandakan political-will Indonesia belum menunjang perkembangan bank syariah padahal Indonesia kala itu di konfrensi OKI 1970 di Pakistan merupakan salah satu penggagasnya pembentukan bank Syariah. (lebih…)